Berita

Seminar Pendidikan dan Sains Internasional (ISEDSS 2016) Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Di lihat 880 Ridwanosx

SEMINAR PENDIDIKAN DAN SAINS INTERNASIONAL (ISEDSS 2016) SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR – “Empowering Character Education for National Defence

Selama 2 (dua) hari, Sabtu-Ahad, 15-16 Oktober 2016 , Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menyelenggarakan sebuah seminar berskala internasional di bidang Pendidikan dan Sains Internasional bertempat di Aula Gedung Prof. Dr. H. Abdullah bin Siddik UIKA, Jl. KH. Sholeh Iskandar Km. 2 Bogor, bertemakan “ Empowering Character Education for National Defence” pada hari pertama, dan di 7 (tujuh) kelas dengan 5 tema besar Pendidikan di UIKA pada hari kedua.

Pada seminar yang diberi nama ISEDSS 2016 kali ini, UIKA mengundang 5 (lima) pembicara dari 5 (lima) negara: Nirwan Syafrin Ph.D (UIKA, Indonesia), Prof. Madya Dr. Khalif Muammar A. Haris (CASIS, Malaysia), Aidan Cronin, Ph.D (UNICEF), Dr. Nasilah Ben Said Hassan, (University Juzurul Qomar, Komoro), dan Dr. Ahmad Abdul Rozziq (Al-Azhar, Mesir) sebagai pembicara di hari pertama.

Nirwan Syafrin dalam paparannya yang berjudul “Islamic Ethics as a foundation in Developing Character Education” menyampaikan bahwa ilmu akhlak dapat memperkaya konsep dan aplikasi dari pendidikan karakter. Konsep Islam seperti amanah (trustworthy), jujur (honesty), tanggung jawab (responsibility), zuhud, sabar (patience), qana’ah (self-sustained), syukur (thankfulnes), dan konsep lainnya terbukti telah mengubah kondisi primitif bangsa Arab menjadi masyarakat beradab, peradaban yang memimpin dunia.

Aidan Cronin memperkenalkan salah satu program UNICEF yang disebut WinS (WASH in Schools) kepada setiap sekola. Program Wins memastikan bahwa tersedia fasilitas WASH (Air Bersih, Toilet yang bersih dan berfungsi baik, fasilitas mencuci tangan dengan  sabun berikut manajemen buangan air yang tepat) disertai pengetahuan dan evaluasi praktek terhadap pentingnya kebiasaan bersih ini sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Menurut Nasila Ben Sayyid Hasan Ben Syarif  dalam judul makalah beliau, “al-Kinayah al-Qur’aniyah wa Dauruha fi Ta’lim asy-Syabab Adab al-Kalam”, mempelajari gaya bahasa Al-Qur’an dan mengimplementasikannya dalam mendidik para pemuda akan memudahkan tercapainya Adab diawali dengan kebiasaan memilih kata-kata terbaik dalam berbicara.

Ahmad Abdurrazzaq Muhammad dalam makalahnya berjudul Kulliyah at-Tarbiyah Jami’ah al-Azhar menjelaskan secara detail apa tujuan pendidikan, urgensinya, metodologi, istilah-istilah terkait, kurikulum, adab-adab terkait serta tahapan-tahapannya.

Pendidikan Islam sebagaimana tujuannya untuk tidak sekedar melahirkan warga negara yang baik (a good citizen), namun lebih jauh, melahirkan manusia yang baik (a good man), mendorong hadirnya adab sebelum ilmu. Menurut Ketua Steering Committee, Dr. H. Wido Supraha, warga negara yang baik belum tentu secara otomatis menjadi manusia yang baik, sementara manusia baik sudah dapat dipastikan akan mendorong dirinya masing-masing menjadi warga negara yang baik. Dengan demikian, seminar ini diupayakan untuk memberikan kontribusi bagi negara tentang bagaimana cara paling efektif melahirkan manusia-manusia berkarakter baik.

Menurut Ketua Organizing Committee, Dra. Parlien Andrianti, MBA., seminar internasional ini akan diikuti oleh 244 orang peserta yang terbagi kepada 151 orang Presenter yang akan memaparkan hasil penelitian masing masing dalam sesi Call for Paper di Hari Kedua, dan 93 orang yang duduk sebagai Sit In Attendance. Kegiatan Seminar Internasional yang telah berulang kali dilaksanakan in, menunjukkan komitmen UIKA sebagai kampus Islam di Bogor pada khususnya di dalam menggali serta mengembangkan ilmu di bidang pendidikan dan sains di tengah kondisi permasalahan bangsa yang sejatinya bermuara pada hilangnya adab ( the loss of adab ), demikian menurut Direktur Sekolah Pascasarjana UIKA, Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, MS.

Keunikan dari UIKA sebagai kampus Islam di kota hujan, Bogor, adalah kesungguhannya dalam upaya Islamisasi Sains dan Pendidikan Islam. Menurut Wakil Direktur UIKA, Hendri Tanjung, Ph.D, selain memiliki Program Doktoral Pendidikan Islam, UIKA juga memiliki 4 (empat) Program Magister di bidang Ekonomi Islam, Manajemen, Pendidikan Islam dan Teknoogi Pendidikan. Adian Husaini, Ph.D menambahkan bahwa konsep yang dikembangkan UIKA adalah konsep ilmu di atas pandangan hidup Islam ( Islamic Worldview ) yang diyakini melahirkan rahmat bagi sekalian alam, dan mendorong lahirnya generasi yang mampu mengembangkan sains, baik Sains Alam maupun Sains Sosial, di atas pemahaman akan ajaran Islam yang komprehensif dan menyentuh multi-dimensi kehidupan. Setiap warga negara yang memiliki adab dan mencintai ilmu, pada akhirnya akan berdampak kepada Ketahanan Nasional yang jauh lebih kokoh dan teruji di dalam menghadapi ragam serangan yang hendak menghancurkan seluruh dimensi pertahanan Negara Indonesia dari pihak-pihak yang hendak menguasainya.[Dr. Wido Supraha]

Berita Lainnya