Berita

UIKA Bogor menjadi satu-satunya kampus suasta di jawabarat penerima Beasiswa Cahaya Pintar LAZIS PLN

Di lihat 720 alazies

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqoh (Lazis) PLN menyalurkan program bea siswa Cahaya Pintar senilai Rp27 miliar bagi 1.350 mahasiswa PTN dan PTS berprestasi namun terkendala biaya kuliah, termasuk bagi 350 mahasiswa di Jawa Barat.

"Bea Siswa Cahaya Pintar adalah salah satu program strategis Lazis PLN untuk mewujudkan visi mengubah mustahiq menjadi muzakki melalui jalur pendidikan. Di Jabar program ini diberikan kepada 350 mahasiswa total senilai Rp7 miliar," kata Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Tengah, Nasri Sebayang pada penyerahan bea siswa itu di Gedung Sabuga ITB Kota Bandung, Kamis Kemarin.

Ia menyebutkan, sebanyak 350 mahasiswa di Jawa Barat yang menerima bea siswa dari Lazis BUMN itu tersebar dari enam perguruan tinggi di Jabar yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) , Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati, Universitas Padjajaran, IPB dan Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar, Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Tengah, Nasri Sebayang, General Manager (GM) PLN Distribusi Jabar, Iwan Purwana, GM UIP VI, Anang Yachmadi, GM TJBT, GM Pusharlis dan GM Pusdiklat PLN.

"Setiap mahasiswa penerima bea siswa Cahaya Pintar akan mendapat sebesar Rp5 juta per tahun per orang selama masa pendidikan, dalam hal ini empat tahun akademik," katanya.

Menurut dia bea siswa itu diberikan hingga lulus, dengan syarat tidak lebih dari empat tahun. Sehingga mereka dapat menyumbangkan ilmunya serta memperbaiki taraf hidup keluarganya.

Para penerima bea siswa itu akan mendapat pembinaan rutin keislaman dalam meningkatkan aqidah dan ketakwaan serta pelatihan disaster managemen untuk menjadi relawan program dakwah dan kemanusiaan dalam setiap kegiatan Lazis PLN.

Selain itu, Lazia PLN di Jabar juga menyerahkan bantuan program Pesantren Bersih dan Kaderisasi dakwah dari Lazis PLN untuk lima pesantren termasuk Ulil Albab UIKA Bogor senilai Rp250 juta. Bantuan juga diserahkan untuk operasional SMK Pertanian Tanjungsari Sumedang sebesar Rp50 juta dan program kaderisasi dakwah sebesar Rp50 juta.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan mengapresiasi program bea siswa Cahaya Pintar dari Lazis PLN. Menurut dia program itu mendukung sekaligus menjadi solusi bagi para mahasiswa yang kurang mampu untuk mendapatkan jaminan biaya kuliah.

"Kami apresiasi sekali Lazis PLN telah melakukan aksinya dan sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para mahasiswa yang terkendala biaya kuliahnya. Program ini akan dikembangkan di Jabar dan bersinergi dengan lembaga Lazis, badan amil zakat dan perusahaan yang ada di Jabar," katanya.

Program itu, kata Gubernur ikut menyelamatkan kelangsungan studi mahasiswa kurang mampu yang hampir putus kuliah untuk kembali melanjutkan studinya hingga selesai.

"Bila program bea siswa ini dikumpulkan dan disinergikan, maka akan banyak mahasiswa dan siswa yang tertolong dan terhindar dari putus kuliah. Selain itu mereka juga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya," kata Heryawan menambahkan.

Berita Lainnya