Dakwah Tugas Mulia Yang Perlu Kesabaran - Seminar International KPI UIKA

Info Akademik

    • 207 Lihat

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dakwah adalah tugas mulia yang harus dijalani dengan sabar dan ikhlas. Hal ini disampaikan Wakil Dekan Fakultas Usuluddin Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan, Matussein bin Hj. Jumat saat menjadi pembicara Webinar Internasional bertema 'Dakwah dan Media Selama Pandemi Covid-19' yang diselenggarakan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

    Matussein mengatakan, dakwah adalah tugas yang harus dijalani dengan sabar tapi penuh dengan kemuliaan. Seorang dai atau pendakwah juga memerlukan keikhlasan supaya jiwanya bersih. Sehingga mereka dapat menikmati pahit dan getirnya dakwah tanpa mengeluh.

    "Karena itu sifat sabar dan tabah perlu untuk menghadapi cobaan dalam berdakwah, dakwah memerlukan kesungguhan untuk bisa melewati jauhnya perjalanan, tingginya halangan dan dahsyatnya tantangan dalam gerakan dakwah," kata Matussein saat menjadi pembicara Webinar Internasional yang diselenggarakan Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam UIKA Bogor, Kamis (3/9).

    Ia mengingatkan, sekarang umat Islam dan para pendakwah sedang diuji dengan pandemi virus corona atau Covid-19. Tapi harus ingat Allah SWT dalam Alquran berkata bahwa manusia akan diuji.

    "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al-Ankabut: 2)

    "Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS Al-Ankabut: 3)

    Matussein menjelaskan, pandemi Covid-19 ini adalah ujian dan musibah tapi ada hikmahnya. Covid-19 bisa untuk mengingatkan masyarakat terhadap kematian. Sehingga para dai bisa mengingatkan masyarakat untuk segera bertaubat sebelum ajal menjemput.

    Selain itu, di masa pandemi Covid-19 juga masjid-masjid di tutup. Selama ini kegiatan dakwah dilakukan di masjid yang dihadiri orang-orang yang terbiasa datang ke masjid.

    "Jadi selama ini kita lalai dengan masyarakat yang ada di rumah dan tidak ke masjid, maka kita buat budaya sembahyang berjamaah di rumah masing-masing (pada masa pandemi Covid-19)," ujarnya.

    Webinar Internasional dibuka oleh Rektor UIKA Bogor, Endin Mujahidin. Webinar ini menghadirkan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Prof KH Didin Hafidhuddin pembicara utama.

    Webinar juga menghadirkan para pembicara dari luar negeri dan dalam negeri. Di antaranya Rosmawati Mohamat Rasit sebagai Ketua Pusat Riset Dakwah dan Kepemimpinan Fakultas Kajian Islam UKM Malaysia, Ibrahim Abdulaev sebagai Wakil Rektor Bidang Pembangunan, Direktur Nusantara Center, Humanitarian Pedagogical College, Makhachkala, Dagestan, Russia, dan Nirwan Syafrin dari UIKA Bogor.

     

    source:  Republika online