FAI UIKA Selenggarakan Annual Seminar on Islamic Studies yang ke-3

Kersajama

    • 1059 Lihat

    SEMINAR - Fakultas Agama Islam (FAI) kembali menyelenggarakan seminar tahunan, Annual Seminar on Islamic Studies yang ke-3. Acara ini diselenggarakan oleh tiga program studi di Fakultas Agama Islam:  Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI). Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Prof. Abdullah Sidik, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

    Acara ini berlangsung pada hari Kamis, 19 Desember 2019, dan diikuti oleh para praktisi pendidikan, mahasiswa, dan dosen dari berbagai kampus. 

    Tema yang diangkat dalam  seminar ini yaitu, Towards The Civilized and Competent Academic Human Resources in The Industrial Revolution 4.0 Era. 

    Tema ini dipilih sebagai jawaban atas tantangan di dunia pendidikan di Era 4.0, khususnya dalam mewujudkan sumber daya pendidikan yang beradab dan berkompeten.   

    Di mana, SDM Pendidikan ini menghadapi perkembangan teknologi yang begitu pesat di sejumlah bidang, termasuk robotika, kecerdasan buatan (artificial intellegence), nano teknologi, komputasi kuantum, bioteknologi, internet of things (IoT), pencetakan 3D, kendaraan otonom dan sebagainya, sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

    Narasumber yang dihadirkan merupakan para pakar yang sudah bergelut di bidang pendidikan. 

    Key note speaker disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Mamat S. Burhanudin. Beliau menekankan pentingnya integrasi ilmu dalam bingkai keislaman di kampus-kampus Islam. 

    Karena saat ini, menurut beliau, kurangnya perhatian masyarakat pada ilmu-ilmu keagamaan dibanding ilmu-ilmu lainnya.

     Oleh karenanya perlu ada integrasi antara ilmu agama dengan ilmu-ilmu yang berkembang saat ini.

    Selanjutnya, seminar dilanjutkan oleh para narasumber lainnya, yaitu Muhyani, Dosen Prodi PGMI FAI UIKA dan Konsultan Pendidikan, membahas bagaimana gambaran guru jadul dengan guru milenial, dan pentingnya guru memiliki berbagai kompetensi untuk menunjang keberhasilannya dalam mendidik. 

    Asep Ruhiat, sebagai praktisi pendidikan dan Kepala MAN 1 Kabupaten Bogor, mengangkat tema pengembangan kompetensi Guru PAI DI Era 4.0. 

    Ia menjelaskan secara spesifik bahwa seorang guru harus memperhatikan kompetensi kepribadian dan sosialnya. Imas Kania Rahman, Ketua Prodi BKPI FAI UIKA dan praktisi Bimbingan Konseling, membahas persiapan generasi milenial di Era 4.0 dari sisi psikologis sejak fase pra balig hingga pasca balig. 

    Ia menekankan pentingnya generasi milenial ini harus dibekali kematangan beragama. Pembicara terakhir, Santi Lisnawati, Wakil Dekan Bidang Akademik FAI UIKA dan Praktisi Pendidikan Islam, membahas mengenai pentingnya adab. Ia mengutip konsep Syed Naquib Al-Attas, bahwa masalah terbesar yang dihadapi kaum muslimin adalah masalah hilangnya adab, Lost of Adab.