FKIP UIKA Bogor Gelar Webinar Nasional “Bonus Demografi”

Info Akademik

    • 175 Lihat

    Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Jawa Barat menggelar kegiatan webinar nasional dengan tema Mempersiapkan Generasi Emas di Masa Bonus Demografi, melalui virtual zoom, Selasa (21/7)

    Acara ini dihadiri 160 peserta terdiri dari praktisi PAUD, mahasiswa dan masyarakat. Rektor UIKA, Mujahiddin mengatakan, bonus demografi diperkirakan terjadi pada tahun 2030-2040.

    “Dimana hampir 68 persen penduduk Indonesia akan memasuki usia produktif, sehingga produktivitas penduduk Indonesia sangat tinggi,” kata Mujahiddin.

    Mujahiddin melihat kesempatan tersebut tidak boleh disia-siakan. “Kita harus menjadikan moment bonus demografi menjadi langka positif bangsa Indonesia untuk maju,” ujarnya.

    Ia mengajak para peserta merenungi turunnya Al-Quran pertama kali surat Al-A’la ayat 1 sampai 5. “Di dalam ayat tersebut terdapat 25 kalimat, dan kami mengkutip tiga hal yang bisa kita amalkan,” katanya.

    Yang pertama, kunci seseorang untuk sukses hidup adalah dengan membaca. Untuk memanfaatkan bonus demografi secara positif, maka generasi muda harus ditanamkan kebiasaan minat membaca.

    “Ada beberapa ahli mengatakan bahwa minat membaca masyarakat relatif tinggi tetapi kualitas bacaannya sangat rendah, di mana anak anak lebih banyak membaca inbox whatsapp ketimbang buku, sehingga kualitas bacaannya rendah,” terang Mujahiddin.

    Yang kedua, di dalam surah Al-Alaq, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman Bacalah dengan nama tuhan mu yang maha menganugerahkan, yang maha pemurah yang mengajarkan manusia dengan perantaraan pena.

    “Makna pena di sini adalah media, media pembelajaran di era modern ini di mana teknologi informasi dan komunikasi sangat berkembang, karena itu mari kita gunakan media untuk menunjang pembelajaran,” jelas Mujahiddin.

    Yang ketiga, sebagai ilmu pengetahuan untuk kaum muslimin bahwa proses mendidik anak dimulai dari menanamkan keimanan atau tauhid Keesaan Allah.

    “Kita sepakat sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi jika ingin generasi bangsa menjadi generasi memberikan surplus  dan bonus demografi bagi bangsa ini maka kita harus mendidik generasi bangsa ini dengan menanamkan tauhid dan keimanan,” tutupnya. (L/R4/P1)

    Source: Mi’raj News Agency (MINA)