thumb

Bogor — Two-day Online International Conference on “The Life and Contributions of Taha Jabir al-Alwani” yang diselenggarakan oleh Institute of Objective Studies (IOS), New Delhi, India, bekerja sama dengan AbdulHamid AbuSulayman Kulliyyah of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences (AHAS KIRKHS) International Islamic University Malaysia, Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA), serta International Islamic Fiqh Academy (IIFA), Jeddah, secara resmi menghasilkan tujuh resolusi strategis sebagai rekomendasi pengembangan pemikiran Islam kontemporer berbasis maqashid al-shariah.

 

Konferensi internasional yang berlangsung pada 27–28 Desember 2025 tersebut diikuti oleh akademisi dan peneliti dari berbagai negara, antara lain India, Amerika Serikat, Arab Saudi, Malaysia, Indonesia, Qatar, Yordania, dan Iran. Para peserta mempresentasikan hasil riset serta mendiskusikan kontribusi intelektual Taha Jabir al-Alwani dalam bidang fikih, maqashid al-shariah, integrasi ilmu, serta etika perbedaan dalam Islam.

 

Dalam forum penutupan, para delegasi menyepakati bahwa pemikiran Taha Jabir al-Alwani perlu terus dikaji dan dikembangkan, khususnya dalam menegaskan tujuan utama syariah yang berorientasi pada perlindungan martabat manusia, keadilan sosial, serta terwujudnya nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Resolusi konferensi juga menekankan pentingnya pengembangan riset Islam yang analitis dan kontekstual, dengan merujuk pada indikator-indikator krisis global yang diidentifikasi Al-Alwani melalui pendekatan Qur’an dan Sunnah. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong lahirnya penelitian yang relevan, solutif, dan berdampak bagi peradaban.

 

Selain itu, konferensi merekomendasikan penguatan agenda Integration of Knowledge sebagai jalan tengah antara tradisi keilmuan Islam dan tantangan modernitas, sekaligus mendorong dialog peradaban tanpa mengaburkan prinsip-prinsip esensial Islam.

 

Isu Fiqh al-Aqalliyyat (fikih minoritas) juga menjadi perhatian penting. Para delegasi sepakat bahwa pemikiran ini perlu dipahami secara lebih luas dan sistematis oleh masyarakat global, guna mendorong harmonisasi sistem sosial, hukum, dan kebangsaan di tengah keberagaman.

 

Dalam konteks kelembagaan, IOS menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan keluarga Syaikh Taha Jabir al-Alwani dalam mengembangkan “Taha Jabir al-Alwani Award”, sebagai bentuk apresiasi dan dorongan bagi riset-riset berbasis maqashid yang berorientasi pada kemaslahatan umat dengan metodologi yang otentik dan kontekstual.

 

Konferensi ini juga merekomendasikan agar perguruan tinggi dan lembaga akademik, termasuk UIKA Bogor, mengambil peran aktif dalam membangun chair dan pusat studi guna melanjutkan warisan pemikiran Taha Jabir al-Alwani secara berkelanjutan.

 

Sebagai tindak lanjut, Institute of Objective Studies berencana menginisiasi proyek riset komparatif yang membandingkan pemikiran Taha Jabir al-Alwani dengan pemikir Islam kontemporer lainnya, sebagai kontribusi akademik terhadap pengayaan khazanah pemikiran Islam global.

 

Partisipasi UIKA Bogor dalam konferensi ini sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam mendorong pengembangan keilmuan Islam yang integratif, moderat, dan berorientasi global, sejalan dengan visi UIKA sebagai kampus Islam yang unggul dan berdaya saing internasional.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

https://sikeren.untirta.ac.id/ https://hukum.janabadra.ac.id/unduhan/ https://jadwal.dent.unhas.ac.id/ https://psr.hangtuah.ac.id/ https://pmr.hangtuah.ac.id/ https://jpmp.hangtuah.ac.id/