
Bogor, 25 Agustus 2025 – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi institusi Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, ia menegaskan bahwa UIKA tidak hanya siap, tetapi juga telah melampaui standar untuk meraih predikat Akreditasi Unggul.
Menurut Dr. Lukman, akreditasi institusi merupakan tolok ukur mutu, tata kelola, dan daya saing perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun global. Ia menilai UIKA Bogor telah menunjukkan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari akademik, tata kelola kelembagaan, hingga kontribusi sosial yang nyata. “Saya melihat UIKA telah menunjukkan kesiapan dari sisi akademik, tata kelola, serta kontribusi sosialnya. Data yang ada menguatkan keyakinan bahwa UIKA layak menyandang predikat Unggul,” ujarnya.
Dalam paparannya, Dr. Lukman menyebut sejumlah data penting sebagai dasar keyakinannya. UIKA saat ini memiliki 37 program studi aktif yang berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Jumlah mahasiswa UIKA mencapai 7.302 orang, dengan 1.212 mahasiswa di antaranya penerima beasiswa KIP Kuliah. Hal ini menunjukkan komitmen UIKA dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi, terutama bagi masyarakat dari kalangan kurang mampu
.
Selain itu, aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen UIKA dinilai semakin meningkat dan relevan dengan kebutuhan zaman. Menurut Dr. Lukman, peran UIKA bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor perubahan sosial di Jawa Barat.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan Guru Besar (GB) dalam menjaga mutu akademik. Berdasarkan data LLDIKTI IV, jumlah dosen di Jawa Barat dan Banten mencapai hampir 887 ribu orang. Dari angka tersebut, hanya sekitar 2–3 persen yang menyandang jabatan akademik Guru Besar. UIKA Bogor menjadi salah satu perguruan tinggi swasta Islam di wilayah Bogor yang tercatat sebagai penyumbang Guru Besar terbanyak. “Keberadaan Guru Besar yang kuat di UIKA memperlihatkan fondasi akademik yang kokoh. Ini bukan hanya soal kuantitas mahasiswa atau program studi, tapi juga kualitas keilmuan yang dijaga para profesor di dalamnya,” tegasnya.
Lebih jauh, Dr. Lukman berharap capaian UIKA dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lain di wilayah Bogor, Cianjur, dan Sukabumi (BOCIMI). Menurutnya, jika UIKA berhasil meraih predikat Unggul, maka hal tersebut akan memberikan dorongan besar bagi ekosistem pendidikan tinggi Islam dan perguruan tinggi swasta di Jawa Barat untuk semakin berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dengan dukungan penuh dari LLDIKTI IV, asesmen lapangan akreditasi institusi UIKA Bogor diharapkan menjadi tonggak sejarah baru. Predikat Unggul nantinya bukan hanya simbol prestasi, melainkan pengakuan atas kiprah UIKA dalam membangun generasi emas Indonesia menuju 2045.