thumb
  • HUMAS
  • 0 Komentar
  • 33 Melihat
  • 0 Suka

BOGOR — Peluang pendidikan internasional bagi talenta Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor mendapat respons positif dari Menteri Agama Malaysia, YB Senator Dr. Zulkifli bin Hasan. Dalam pertemuan dengan delegasi UIKA dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Zulkifli menawarkan peluang beasiswa studi di Malaysia sekaligus membuka komunikasi untuk pengembangan kerja sama pendidikan.

 

Tawaran tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., bersama delegasi DDII di Malaysia, Kamis (22/10/2026). Selain beasiswa, pembahasan mencakup pertukaran mahasiswa, magang internasional, serta peluang studi lanjut lintas negara.

 

Melalui Universiti Antarabangsa MAIWP (UniMAIWP), Zulkifli membuka peluang pengajuan pelajar berprestasi dari lingkungan UIKA dan DDII untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Calon yang diajukan akan mengikuti proses seleksi, termasuk wawancara, sesuai ketentuan institusi tujuan.

 

Pembahasan beasiswa tersebut menjadi salah satu peluang penting bagi UIKA untuk memperluas akses pendidikan internasional bagi mahasiswa dan lulusannya. Rincian program studi, persyaratan, serta cakupan pembiayaan menjadi bagian yang perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi antarlembaga.

 

Dalam pertemuan itu, Prof. Mujahidin juga menyampaikan keinginan UIKA mengembangkan program magang mahasiswa di Malaysia. Bidang yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan zakat, infak dan sedekah, serta manajemen haji dan umrah.

 

“Kami ingin bekerja sama, terutama mungkin mengirim mahasiswa-mahasiswa kami, baik di bidang zakat, infak, dan sedekah,” ujar Mujahidin.

 

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dapat dijajaki melalui program internship atau magang. Pengalaman Malaysia dalam pengembangan ekonomi syariah dan pengelolaan layanan haji–umrah menjadi salah satu pertimbangan UIKA untuk memperluas ruang pembelajaran mahasiswa.

 

Peluang pertukaran mahasiswa juga mendapat tanggapan positif dari Zulkifli. Ia menyatakan keterbukaan untuk menjajaki program tersebut sekaligus menawarkan penghubung dengan institusi pendidikan di Malaysia.

 

“Kalau Bapak nak exchange student pun tak ada isu,” kata Zulkifli.

 

Pembicaraan turut mencakup pengembangan jejaring dengan International Islamic University Malaysia (IIUM/UIA). Zulkifli menawarkan kontak yang dapat membantu komunikasi lanjutan UIKA dengan institusi terkait.

 

UIKA juga memperkenalkan peluang studi lanjut melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi lulusan diploma dari lembaga pendidikan di Malaysia. Kemungkinan pembelajaran yang memadukan pertemuan langsung dan daring ikut dibahas untuk memperluas akses pendidikan lintas negara.

 

Penjajakan tersebut melengkapi hubungan akademik yang sebelumnya telah dibangun UIKA dengan sejumlah institusi Malaysia, termasuk Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Teknologi MARA, dan Universiti Islam Selangor.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Mujahidin memperkenalkan perkembangan UIKA yang berdiri sejak 1961 dan telah meraih akreditasi Unggul. Ia juga menyampaikan potensi pendidikan Islam, khususnya ekonomi syariah serta manajemen haji dan umrah, sebagai bidang yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi internasional.

 

Selain pendidikan tinggi, pertemuan membahas penguatan lembaga pendidikan Islam dan pemanfaatan teknologi digital. Zulkifli menyampaikan pengembangan keterampilan digital, kecerdasan buatan, serta teknologi pembelajaran dalam pemberdayaan institusi pondok di Malaysia.

 

Gagasan pengembangan kajian pemikiran Mohammad Natsir turut mengemuka sebagai bagian dari penguatan hubungan intelektual dan dakwah Indonesia–Malaysia. Pembahasan ini menempatkan pendidikan sebagai sarana pengembangan ilmu sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

 

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DDII Fathurrahman Mahfudz, Wakil Rektor UIKA Bogor Dr. Budi Susetyo, Amidi Abdul Manan, dan Ferdiansyah.

 

Melalui pertemuan ini, UIKA memperoleh jalur komunikasi untuk menindaklanjuti peluang beasiswa, mobilitas mahasiswa, dan kerja sama akademik. Penentuan institusi mitra serta mekanisme pelaksanaan menjadi langkah berikutnya agar peluang yang dibahas dapat diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang