thumb
  • suhada
  • 0 Komentar
  • 16 Melihat
  • 0 Suka

BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Science Day 2026 di Eco-Technopark dan Aula UIKA Bogor, Rabu (30/9/2026).


Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi pelajar, mahasiswa, guru, dan masyarakat untuk meningkatkan literasi sains sekaligus memperkuat kepedulian terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.


Sebanyak 300 peserta terlibat dalam kegiatan yang menghadirkan pameran teknologi ramah lingkungan, lokakarya pengelolaan sampah, edukasi sains dan lingkungan, penandatanganan pakta integritas, lokakarya teknis, hingga Focus Group Discussion (FGD).


Science Day 2026 menghadirkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono, B.Sc., M.P.A., M.B.A., M.A., Ph.D., Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., serta penggagas Eco-Technopark UIKA Bogor Dr. Budi Susetyo, Ir., M.Sc.


Dalam paparannya, Diaz menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber. Menurutnya, berbagai teknologi pengolahan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa sistem pemilahan yang baik. “ Teknologi atau inovasi apa pun yang kita miliki mulai dari PSEL, RDF, SDF, pirolisis, hingga recycling tidak akan berjalan tanpa adanya pemilahan yang baik di hulu,” ujar Diaz.


Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin, menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah.


“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Selain menyosialisasikan inovasi kampus, penekanan utama kita adalah pemilahan dari rumah,” katanya.


Science Day 2026 juga menjadi ajang memperkenalkan berbagai inovasi ramah lingkungan yang dikembangkan UIKA Bogor, mulai dari pengolahan sampah berbasis teknologi, pemrosesan gaharu, hingga pemanfaatan batok kelapa menjadi cocopeat bernilai jual.


Pelajar dari jenjang SD hingga SMA turut dilibatkan dalam kegiatan literasi STEM dan edukasi lingkungan. Pelibatan generasi muda ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.


Penggagas Eco-Technopark UIKA Bogor, Dr. Budi Susetyo, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya diarahkan sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran.


“Eco-Technopark bukan hanya fasilitas pengolahan, tetapi juga instalasi pendidikan,” ujarnya.


Eco-Technopark UIKA Bogor dirancang sebagai model pengolahan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang dikelola secara mandiri dan berbasis komunitas.


Melalui Science Day 2026, UIKA Bogor ingin memperkuat integrasi antara pendidikan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. 

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kampus memperluas jejaring kemitraan dan mendorong lahirnya solusi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara nyata di masyarakat.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang