thumb
  • suhada
  • 0 Komentar
  • 28 Melihat
  • 0 Suka

BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor melalui Eco-Technopark melaksanakan kegiatan Science on the Road di SDIT ALIF Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan sains, teknologi, dan inovasi kepada masyarakat, khususnya peserta didik, melalui pembelajaran yang aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Mengusung tema “Science, Innovation, and Sustainable Technology for a Better Future”, kegiatan Science on the Road Eco-Technopark UIKA 2026 didukung Program Semesta-In Saintek, Direktorat Minat Saintek, Ditjen Saintek, Kemendiktisaintek.


Salah satu fokus utama kegiatan adalah edukasi pengelolaan sampah berbasis komunitas. Para siswa diperkenalkan pada pentingnya memilah sampah sejak dari sumber, sekaligus memahami bahwa sampah tertentu masih dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai guna.


Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Siswa-siswi SDIT ALIF juga diajak mempraktikkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan memungut sampah di sekitar sekolah di bawah arahan Kepala Sekolah SDIT ALIF Ciawi, Siti Muthmainnah.


Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diajak melihat bahwa sains bukan sekadar teori dalam buku, melainkan dapat digunakan untuk memahami persoalan di sekitar sekaligus mencari solusi yang sederhana dan bermanfaat.


Kegiatan juga menghadirkan sejumlah materi aplikatif. Nasywaa, S.Kes. dan M. Dhava, S.Kes. memberikan edukasi mengenai pembuatan kompos menggunakan metode Takakura. Sementara Haerudin, S.Pt. menyampaikan materi mengenai pembuatan pestisida nabati.


Materi tersebut memperkenalkan kepada siswa bagaimana sumber daya yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan melalui pendekatan sains dan teknologi sederhana untuk mendukung lingkungan yang lebih sehat.


Dalam sambutan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Prof. Yudi Darma yang dibacakan oleh Dedy Saputra, disampaikan harapan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu program, tetapi dapat dilanjutkan melalui kemitraan antara UIKA Bogor, sekolah, dan masyarakat.


“Dukungan In-Saintek hendaknya menjadi pemantik pembelajaran rutin dan pendampingan yang konsisten, termasuk setelah bantuan berakhir,” demikian pesan yang disampaikan.


Praktik seperti pemilahan sampah, pengomposan bersama, pemanfaatan kebun belajar, penghematan air dan energi, serta menjaga kebersihan lingkungan diharapkan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan guru, orang tua, mahasiswa, dan komunitas.


Melalui pembelajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari, para siswa juga diharapkan tumbuh menjadi agen perubahan yang mampu membawa kebiasaan baik tersebut ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.


Kegiatan turut dihadiri Ainaul Mardliyah, M.Pd., selaku Pengawas Pembina Kecamatan Ciawi; Sudarno, S.E., selaku Pembina Yayasan; Sri Hartati, S.E., selaku Ketua Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi; serta Pengawas Pendidikan Sekolah Dasar Kabupaten Bogor.


Direktur Eco-Technopark UIKA Bogor, Dr. Budi Susetyo, berharap kolaborasi antara UIKA Bogor dan SDIT ALIF Ciawi dapat terus berkembang menjadi ruang pembelajaran bersama.


Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, kreatif dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan, serta mampu mengambil peran dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.


Melalui Science on the Road, UIKA Bogor terus mendorong agar sains dan teknologi tidak hanya berkembang di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga semakin dekat, mudah dipahami, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah serta masyarakat luas.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang