BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar kegiatan pengarahan bagi mahasiswa penerima beasiswa, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.15 WIB ini diikuti sekitar 1000 mahasiswa.
Pengarahan disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Maemunah Sa’diyah, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya Dr. Budi Susetyo, Ir., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah Hambari, M.A., Ph.D., serta Wakil Rektr Bidang Kerjasama Inovasi dan Pengembangan Prof. Dr. Widyasari, M.Pd.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa penerima beasiswa agar memahami bahwa dukungan pendidikan yang mereka terima perlu diiringi dengan tanggung jawab, peningkatan kapasitas diri, dan kesungguhan dalam menempuh studi.
Dalam arahannya, Prof. Mujahidin menekankan bahwa keberhasilan, rezeki, dan kepemimpinan tidak datang secara instan, tetapi melalui proses yang harus dijalani dengan sabar dan konsisten.
“Allah ceritakan proses turunnya hujan. Ini menjadi ajaran bahwa kalau adik-adik ingin memperoleh rezeki, mau menjadi pemimpin, harus masuk dalam proses. Tidak bisa sekaligus. Harus berproses,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang perlu terus meningkatkan kapasitas diri agar siap menerima tanggung jawab dan peluang yang lebih besar.
“Rezeki itu disesuaikan dengan kadar seseorang. Kalau kapasitasnya memang sudah unggul, dia pasti akan ditempatkan di tempat yang unggul,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Maemunah Sa’diyah mendorong mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan dan tidak terus terjebak dalam penyesalan masa lalu.
“Mulai hari ini jangan pernah menyerah atau putus asa dengan masalah yang ada. Jangan menyesali masa lalu. Yang terpenting adalah bagaimana kita merencanakan masa depan. Masa depan adalah milik kita, dan salah satu cara terbaik merencanakannya adalah dengan menuntut ilmu,” pesannya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah, Hambari, M.A., Ph.D., menambahkan pentingnya self-improvement atau peningkatan nilai dan kapasitas diri secara terus-menerus.
“Self improvement itu penting, meningkatkan nilai dan kapasitas diri. Karena kalau seseorang tidak punya nilai atau value, akan susah dalam kehidupan pribadi, keluarga, organisasi, lembaga, maupun pekerjaan. Nilai seseorang ada pada value dan kebaikan pribadinya,” ujarnya.
Melalui pengarahan ini, UIKA Bogor berharap mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, terus berkembang, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Beasiswa, dalam konteks ini, bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga amanah yang perlu dijawab dengan kesungguhan belajar, peningkatan kapasitas diri, serta komitmen untuk menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya.