UIKA Bogor berikan bantuan sosial kepada mahasiswa terdampak covid 19.

Info Kampus

    • 119 Lihat


    Universitas Ibn Khaldun Bogor melalui bagian kemahasiswaan salurkan bantuan sosial kepada mahasiswa terdampak covid 19.

    Bantuan diberikan langsung oleh Dr. Hariansyah, M.T., selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan di gedung rektorat, jumat (15/05).

    Efek pandemik Covid 19 ini sangat berdampak ke semua sektor kehidupan tidak terkecuali sektor pendidikan, dalam hal ini Universitas Ibn Khaldun (UIKA) bogor juga merasakan dampak dari pandemik ini semua kegiatan akademik dan kemahasiswaan diliburkan dan perkuliahan dilakukan secara daring/online banyak mahasiswa kami terutama yang dari luar daerah tidak dapat kembali ke tempat asal dan terpaksa untuk menetap

    menurut hari, Mahasiswa adalah salah satu klaster terdampak pandemi Covid-19 yang belum ditangani secara serius. sehingga  kampus merasa bertanggungjawab terhadap kelangsungan kehidupan mereka saat ini. 

    "Memang jika melihat klaster yang diproritaskan mendapatkan bantuan dari pemerintah,  adalah mereka yang memiliki kondisi ekonomi rendah dan mahasiswa tidak termasuk dalam kategori itu", namun demikian menurutnya, pemerintah tidak boleh menutup mata pada klaster terdampak yang tak kasat mata ini.

    Apalagi, sebagian besar mahasiswa yang merantau ini, merupakan mereka yang tidak memiliki KTP jabodetabek, sehingga kecil kemungkinan mereka mendapat bantuan langung dari pemerintah, namun demikian kampus memiliki keterbatasan dana sehingga tidak semua dari mereka mendapat bantuan.

    "Kami hanya memprioritaskan yang sangat membutuhkan saja, padahal masih banyak dari mahasiswa kami, yang juga perlu dibantu", 

    Hariansyah yang juga menjabat ketua Lembaga amil zakat (LAZ) UIKA Bogor menjelaskan, Bantuan  yang diberikan berupa uang tunai sebesar 300rb per mahasiswa dengan kriteria mahasiswa penerima adalah mahasiswa perantauan asal luar Jabodetabek- Jawa Barat dan Banten yang tidak bisa pulang ke kampung halaman dan terpaksa menetap di asrama atau indekosnya, karena mengikuti peraturan pemerintah tentang penetapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

    Alokasi bantun ini diambil dari dana UPZ dan sumbangan Rektorat dengan total dana yang disalurkan pada saat ini sebesar Rp. 35,700,000,-, selain bantuan ini sambung Hari, UIKA Bogor memberikan bantuan sebesar Rp.638.300.000,- yang akan dialokasikan pada 6.383 mahasiswa atau sebesar Rp.100.000,- / mahasiswa yang akan dipotong dari kewajiban pembayaran SPP. semoga dengan adanya bantuan ini sedikitnya dapat meringankan beban ekonomi mereka, terlebih lagi saat ramadhan dan kondisi pandemik seperti ini." harapnya. 


    Ditemui oleh kami salah satu mahasiswa penerima bantuan asal BIMA NTT, Hafiduddin, menyebutkan jika mereka,  para mahasiswa rantau atau yang berasal dari luar daerah tidak dapat kembali ke daerah asal mereka dan tidak sedikit dari kami kesulitan mendapat kiriman uang atau yang lainnya dari orang tua mereka di daerah karena terhambat oleh kondisi saat ini, jadi teman teman disini sangat terbantu dengan bantuan dari UIKA ini.