Bogor – Kedah, Selasa, 20 Januari 2026 — Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA) secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Albukhary International University (AIU) dalam sebuah seremoni daring melalui Zoom Conference, Selasa (20/1/2026).
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting penguatan jejaring global kedua institusi, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan memperluas dampak akademik yang berorientasi pada solusi nyata bagi umat dan masyarakat global.
Pada sesi Remarks by Heads of Institutions, Rektor UIKA H. E. Mujahidin menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan sebuah keharusan bagi universitas Islam. Menurutnya, perguruan tinggi tidak akan berkembang optimal tanpa kolaborasi lintas negara dan lintas institusi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mujahidin juga menyampaikan capaian UIKA Bogor yang berhasil meraih akreditasi Unggul/Excellent, sebuah prestasi yang saat ini hanya diraih oleh kurang dari 250 perguruan tinggi dari sekitar 4.300 perguruan tinggi di Indonesia. Capaian ini menjadi modal kuat UIKA untuk memperluas kerja sama strategis di tingkat global.
Lebih lanjut, Prof. Mujahidin menekankan pentingnya pengembangan implementation research, yakni riset yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain itu, penguatan sumber daya manusia melalui program pertukaran dosen atau pensyarah dipandang sebagai kunci percepatan kemajuan universitas. UIKA Bogor juga berharap kerja sama ini dapat dikembangkan ke arah program pertukaran mahasiswa (student exchange) bersama AIU.
Sementara itu, Vice Chancellor and President AIU Mohd Saleh bin Jaafar menyampaikan bahwa AIU merupakan universitas internasional dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. Keberagaman (diversity) tersebut menjadi salah satu keunggulan utama AIU dalam membangun lingkungan akademik global.
Saat ini, sekitar 200 mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan di AIU dan jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat, khususnya bagi mahasiswa berprestasi. Professor Mohd Saleh juga mengapresiasi capaian mahasiswa Indonesia yang berhasil meraih prestasi pada berbagai kegiatan budaya internasional di AIU, serta menyampaikan bahwa sejumlah lulusan pascasarjana asal Indonesia kini telah berkiprah sebagai dosen di AIU.
Puncak acara ditandai dengan sesi penandatanganan MoU yang meliputi presentasi dokumen kerja sama, penandatanganan secara virtual oleh perwakilan resmi kedua institusi, serta sesi foto bersama.
Melalui penandatanganan MoU ini, UIKA Bogor dan Albukhary International University Malaysia berkomitmen mengembangkan kolaborasi berkelanjutan dalam bidang riset terapan, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini diharapkan menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan global dan kebutuhan umat di era yang terus bergerak cepat.