BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor resmi menjalin kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (16/10/2026).
Penandatanganan yang digelar secara hybrid ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan akademik dan kolaborasi internasional antara kedua universitas.
Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan berbagai program bersama, mulai dari pertukaran akademik, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, kuliah tamu, seminar, hingga kegiatan pendidikan lainnya yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi.
Acara penandatanganan dihadiri jajaran pimpinan UIKA Bogor dan UiTM Cawangan Perlis, termasuk Rektor UiTM Cawangan Perlis Assoc. Prof. Dr. Ahmad Nizam Mat Noor, Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., serta perwakilan dari Changzhou Normal University, China.
Dalam sambutannya, Rektor UiTM Cawangan Perlis menyampaikan bahwa MoU tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi komitmen untuk membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan staf kedua universitas.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari lebih banyak kegiatan bermakna antara kedua institusi,” ujarnya.
Kolaborasi antara UIKA Bogor dan UiTM sebelumnya telah terbangun melalui sejumlah kegiatan, salah satunya International Mobility Programme UiTM–UIKA 2026 yang mempertemukan mahasiswa pascasarjana, dosen, dan staf dari kedua universitas.Program tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman akademik, serta pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Sementara itu, Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., menegaskan bahwa MoU ini merupakan wujud komitmen bersama untuk membangun kerja sama pendidikan tinggi yang bermakna, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
Menurutnya, kemitraan antara kedua universitas berawal dari Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam UIKA Bogor.
“Kami percaya bahwa kemitraan institusional yang sukses sering kali dimulai dari kolaborasi yang terfokus pada tingkat program,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat berkembang lebih luas ke berbagai fakultas dan program studi di UIKA Bogor. Saat ini UIKA Bogor memiliki enam fakultas, satu Sekolah Pascasarjana, dan 37 program studi.
Prof. Mujahidin juga menekankan pentingnya agar MoU tidak berhenti sebagai dokumen formal, tetapi diterjemahkan menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan kedua institusi.
“Marilah kita bekerja bersama untuk mengubah kesepakatan ini menjadi kolaborasi yang bermakna, peluang baru, dan capaian bersama yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan komunitas internasional,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan dokumen MoU oleh pimpinan kedua universitas yang disaksikan para tamu undangan dan peserta, baik secara langsung maupun daring.
Melalui kerja sama ini, UIKA Bogor dan UiTM Malaysia berharap dapat memperluas jejaring internasional sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi akademik dan riset yang berdampak bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas.