thumb

BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor terus mendorong peningkatan kualitas dan kredibilitas publikasi ilmiah melalui kegiatan Refreshing Pengelolaan Jurnal bertema “Pengelolaan Jurnal di Lingkungan Universitas Ibn Khaldun Bogor: Peraturan Terbaru Publikasi Jurnal Ilmiah”, Rabu (4/11/2026), di Ruang Conference Gedung Rektorat UIKA Bogor.

 

Kegiatan menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Dr. M. Samsuri, M.T., IPU, serta Rizky Prasetya, S.Kom., M.Pd., Ketua Tim Jurnal dan Inovasi pada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.

 

Forum ini menjadi ruang bagi pengelola jurnal, dosen, dan sivitas akademika UIKA Bogor untuk memahami perkembangan regulasi publikasi ilmiah, termasuk perubahan yang dibawa Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 dengan penekanan pada kualitas dan integritas akademik.

 

Dalam arahannya, Dr. Samsuri menegaskan bahwa integritas akademik tidak boleh dipandang sekadar sebagai persyaratan administratif, melainkan harus menjadi nilai yang melekat dalam seluruh proses tridharma perguruan tinggi.

 

Ia menyebut enam nilai fundamental dalam integritas akademik, yakni kejujuran, kepercayaan, keadilan, kehormatan, tanggung jawab, dan keteguhan hati.

 

“Kebenaran ilmiah itu bukan berarti kebenaran yang didasarkan pada kebetulan, melainkan harus didasarkan pada hasil riset yang benar-benar dilakukan. Ilmu pengetahuan bisa berubah atau diperbarui, namun proses menemukannya harus melalui metode penelitian yang benar dan berintegritas,” tegasnya.

 

Sementara itu, Rizky Prasetya memaparkan sejumlah perubahan dalam kebijakan akreditasi jurnal, salah satunya penyederhanaan peringkat SINTA menjadi SINTA 1 hingga SINTA 4. Ia juga menegaskan bahwa proses akreditasi jurnal tidak dipungut biaya serta akan terus didukung melalui pendampingan dari Kemendiktisaintek.

 

Menurut Rizky, jurnal ilmiah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sarana memperoleh pengakuan akademik.

 

“Jurnal ilmiah itu memiliki empat fungsi utama: registrasi, arsip, pengakuan persyaratan ilmiah, dan diseminasi hasil kecerdasan. Sayangnya, banyak yang hanya fokus pada pengakuan. Padahal, jurnal adalah cara kita mendiseminasikan ilmu kepada masyarakat dan melindungi hak kekayaan intelektual,” jelasnya.

 

Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., turut mendorong para dosen untuk tidak berhenti pada peran sebagai pengajar, tetapi juga aktif menghasilkan dan mewariskan ilmu melalui karya ilmiah.

 

“Apa yang kita ajarkan mungkin akan dilupakan, tetapi apa yang kita tulis akan terus hidup, dibaca, dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang. Mari kita berproses menjadi penulis karena setiap karya ilmiah adalah jejak pengabdian intelektual kita,” pesannya.

 

Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor berharap tata kelola jurnal di lingkungan universitas semakin profesional, adaptif terhadap regulasi terbaru, serta mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang