BOGOR – Transformasi layanan daycare di era digital menjadi sorotan dalam Seminar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Expo Hasil Karya Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan (MTP) Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-65 UIKA Bogor ini digelar di Auditorium K.H. Abdullah Siddiq dan dihadiri lebih dari 300 peserta dari Bogor, Jakarta, dan sekitarnya. Peserta terdiri atas akademisi, praktisi pendidikan, guru, pengelola daycare, serta masyarakat yang memiliki perhatian pada pengembangan layanan anak usia dini.
Mengusung tema “Transformasi Daycare di Era Digital: Inovasi Teknologi Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Anak Usia Dini”, seminar ini menegaskan bahwa daycare dan pendidikan anak usia dini tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Perkembangan teknologi menuntut layanan yang lebih adaptif, efisien, dan tetap berpijak pada kebutuhan dasar anak.
Ketua pelaksana, Dr. Umi Fatonah, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seminar seremonial, tetapi ruang untuk mempertemukan gagasan, inovasi, dan praktik nyata di lapangan. Menurutnya, Magister Teknologi Pendidikan UIKA Bogor ingin menghadirkan kontribusi langsung bagi masyarakat melalui inovasi yang aplikatif.
Acara dibuka dengan penampilan seni dari IGTK Kota Bogor dan HIMPAUDI Kota Bogor yang menambah semarak suasana. Hadir pula Ketua Yayasan UIKA Bogor Dr. H. Didi Hilman, S.H., M.H., M.Pd.I., Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., Direktur Sekolah Pascasarjana H. Hendri Tanjung, Ph.D., Ketua Program Studi MTP Dr. Rudi Hartono, S.Kom., M.Pd., Dr. Masitowati Gatot, M.Ed., serta Yosef Berlian dari Pokja Bunda PAUD Kota Bogor.
Dalam sambutannya, Rektor UIKA Bogor menegaskan bahwa Milad ke-65 UIKA harus menjadi momentum untuk terus menghadirkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Perjalanan panjang UIKA harus terus diisi dengan karya-karya nyata yang memberi manfaat,” tegasnya.
Sesi inti seminar menghadirkan Ketua IKAD PAUDI, Dr. Hj. Yasmine Yessie Gusman, S.H., M.B.A., yang menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam meningkatkan kualitas layanan anak usia dini. Ia menjelaskan bahwa anak-anak saat ini tumbuh sebagai generasi digital native, sehingga pendekatan pembelajaran dan pengasuhan juga perlu mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan melalui aplikasi pembelajaran interaktif, sistem pemantauan tumbuh kembang anak, hingga media audiovisual dan sensorik yang mendukung perkembangan kognitif, motorik, dan sosial-emosional.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa teknologi tetap tidak boleh menggeser peran mendasar guru dan orang tua.
“Sehebat apa pun teknologi, ia tidak akan pernah menggantikan pelukan hangat, senyuman tulus, dan perhatian penuh dari guru yang memahami kebutuhan anak. Teknologi hadir untuk memperkuat, bukan menggantikan peran guru dan orang tua,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Magister Teknologi Pendidikan UIKA Bogor, Dr. Masitowati Gatot, M.Ed., memaparkan bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam manajemen dan operasional daycare modern. Mulai dari administrasi berbasis digital, komunikasi orang tua dan guru, hingga media pembelajaran interaktif yang ramah anak.
Ia juga menampilkan berbagai inovasi karya mahasiswa MTP UIKA Bogor, seperti media pembelajaran berbasis AI yang terintegrasi dengan Social Emotional Learning (SEL), e-book interaktif, dan media pembelajaran berbasis augmented reality. Menurutnya, teknologi pendidikan harus dikembangkan dengan prinsip tepat guna, mudah diakses, dan memiliki dampak positif yang terukur terhadap perkembangan anak.
Selain seminar, kegiatan ini juga diramaikan dengan Expo Hasil Karya Mahasiswa MTP UIKA Bogor. Expo tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan bahwa inovasi pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi bisa diterapkan langsung di lapangan.
Berbagai karya yang dipamerkan mendapat perhatian dari pengunjung, terutama guru, pengelola daycare, dan orang tua. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap inovasi layanan pendidikan anak usia dini semakin besar, terutama di tengah tantangan era digital.
Kegiatan ini pada akhirnya tidak hanya membahas pentingnya digitalisasi daycare, tetapi juga mengirim pesan kuat kepada masyarakat bahwa transformasi pendidikan anak usia dini harus tetap berpusat pada anak. Teknologi dapat mempercepat, mempermudah, dan memperkaya layanan, tetapi kualitas pengasuhan, kasih sayang, dan pemahaman terhadap perkembangan anak tetap menjadi inti.
Melalui seminar dan expo ini, UIKA Bogor menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Di usia ke-65, UIKA Bogor tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menegaskan arah masa depannya: menjadi kampus yang menghadirkan solusi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia.