thumb

BOGOR – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Kesehatan Lingkungan Menuju Indonesia Sehat” pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah untuk membahas isu-isu kesehatan lingkungan, tetapi juga melahirkan langkah strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIKA Bogor dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).

 

Seminar ini menjadi momentum penting karena mempertemukan dunia akademik dan organisasi profesi dalam satu ruang kolaborasi, dengan tujuan memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah tantangan perubahan iklim, persoalan limbah, dan perilaku konsumsi masyarakat yang semakin kompleks, kerja sama semacam ini dinilai penting agar kampus tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu melahirkan solusi nyata yang berdampak.

 

Wakil Rektor Bidang Akademik UIKA Bogor, Prof. Dr. Hj. Maemunah Sa’diyah, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya isu teknis, tetapi juga bagian dari amanah moral dan nilai keislaman.

 

“Seminar ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong implementasi nyata dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Apa yang kita pelajari hari ini harus mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor Bidang Pendidikan dan Kerja Sama, M. Mova Al-Afghani, S.H., LL.M.Eur., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa isu kesehatan lingkungan kini semakin mendesak untuk ditangani secara kolaboratif, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kian nyata.

 

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi seperti HAKLI menjadi langkah penting untuk memperkuat basis ilmiah, memperluas riset terapan, dan mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

 

Rangkaian acara berlanjut dengan penandatanganan MoU antara UIKA Bogor dan HAKLI, yang kemudian diikuti sesi foto bersama jajaran pimpinan. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi di bidang kesehatan lingkungan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan.

 

Pada sesi ilmiah, Ketua HAKLI, Prof. Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M., M.Kes., menyampaikan materi bertajuk “Menakar Integrasi Spiritual SLHS dalam Pendekatan One Health (Urgensitas Program MBG dan Pemanfaatan Limbah SPPG dalam Rantai Sirkular Ekonomi)”. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa persoalan kesehatan lingkungan harus dipandang secara utuh dengan menghubungkan kesehatan manusia, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan sistem sosial.

 

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah yang tidak lagi berhenti pada pembuangan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Sementara itu, dosen FIKES UIKA Bogor, Dr. Asri Masitha Arsyati, S.K.M., M.K.M., membawakan materi “Dari Konsumsi ke Kebiasaan: Membedah Pola Perilaku, Pengaruh Media Sosial, dan Strategi Perubahan Individu serta Sosial terhadap Food Waste”. Materi ini mengangkat persoalan pemborosan pangan sebagai salah satu tantangan lingkungan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun sering luput dari perhatian publik.

 

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi food waste, dan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi serta kampanye perubahan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab.

 

Dari seminar ini, pesan yang muncul cukup kuat: kesehatan lingkungan bukan hanya urusan pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari perubahan perilaku, penguatan kebijakan, hingga kolaborasi lintas lembaga.

 

Melalui forum ini, FIKES UIKA Bogor menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang akademik yang relevan dengan persoalan kesehatan masyarakat terkini. Dengan dukungan HAKLI, UIKA Bogor diharapkan dapat memperluas kontribusinya melalui inovasi, riset, dan rekomendasi kebijakan yang mendukung terwujudnya lingkungan sehat serta pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.

 

Seminar nasional ini pada akhirnya bukan hanya menjadi forum berbagi gagasan, tetapi juga menandai langkah baru UIKA Bogor dalam memperkuat perannya sebagai kampus yang aktif membangun solusi bagi masyarakat melalui kolaborasi dan penguatan ilmu kesehatan lingkungan.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang