
Bogor, 27 Agustus 2025 – Upaya mitigasi bencana berbasis data ilmiah kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), kelompok 41 yang ditempatkan di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berhasil menyusun Peta Potensi Bahaya Longsor dengan pendekatan analisis geospasial.
Peta ini dibangun dari hasil kajian atas sejumlah parameter fisik seperti penggunaan lahan, kelerengan, jenis tanah, litologi, hingga jarak dari sungai. Tak hanya mengandalkan data teknis, tim KKN juga melibatkan warga dalam proses pemetaan partisipatif untuk memadukan pengetahuan lokal dengan analisis ilmiah
Dosen pembimbing lapangan, Iksal Yanuarsyah, S.Hut., M.Sc.IT., Ph.D., menjelaskan bahwa peta ini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang potensi bencana di wilayah mereka. “Pemetaan ini tidak hanya bersifat akademik, tapi juga aplikatif. Dengan peta ini, masyarakat dapat memahami area rawan longsor dan lebih siap dalam upaya mitigasi,” ungkapnya.
Menurut Iksal, Ciangsana merupakan kawasan yang memiliki beragam kondisi fisik dengan tingkat kerentanan berbeda. Hasil peta menunjukkan wilayah dengan potensi longsor tinggi hingga rendah, sehingga bisa menjadi acuan pemerintah desa dalam perencanaan tata ruang maupun program pembangunan. “Keterlibatan masyarakat dalam proses pemetaan sangat penting, karena mereka yang sehari-hari berhadapan dengan kondisi alam di sini,” tambahnya.
Sementara itu, para mahasiswa KKN berharap karya kolaboratif ini dapat menjadi warisan berharga bagi warga Ciangsana dalam mengantisipasi ancaman bencana. Dengan adanya peta berbasis geospasial ini, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan lebih sigap dalam menyusun strategi pencegahan maupun langkah darurat jika bencana terjadi.
Kolaborasi ini menunjukkan peran nyata mahasiswa UIKA Bogor dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan partisipasi masyarakat untuk menghadapi tantangan lingkungan sekaligus membangun desa yang lebih tangguh terhadap bencana.