BOGOR – Mahasiswa asal Kabupaten Belitung yang menempuh studi di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali mencatat langkah membanggakan setelah dinyatakan lolos seleksi KKNI Thailand 2.0 Batch 2, program internasional yang digagas untuk memperkuat kompetensi global mahasiswa.
Seleksi dan wawancara peserta dilaksanakan pada 2 Juni 2026 oleh INCO UIKA Bogor, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik dan Sains, serta Fakultas Ilmu Kesehatan.
Program ini tidak hanya menyeleksi mahasiswa yang layak mengikuti agenda internasional, tetapi juga menyiapkan mereka agar memiliki kapasitas komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi budaya yang kuat sebelum terjun ke lingkungan multikultural di Thailand.
Sebagai tindak lanjut dari proses seleksi, peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan mengikuti Pembinaan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Unit Pengembangan Bahasa (UPB) UIKA Bogor. Pembinaan ini menjadi tahapan penting agar mahasiswa tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap secara akademik dan komunikatif dalam menjalankan program internasional.
Melalui pembinaan tersebut, para peserta dipersiapkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, memperkuat kepercayaan diri, serta memahami konteks komunikasi internasional yang akan mereka hadapi di lapangan.
Program KKNI Thailand 2.0 Batch 2 diharapkan tidak hanya menjadi ruang pengembangan kemampuan individu mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan ketangguhan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.
Bagi UIKA Bogor, keberhasilan mahasiswa asal Kabupaten Belitung lolos seleksi ini menunjukkan bahwa kampus terus membuka ruang yang luas bagi mahasiswanya untuk berkembang di tingkat internasional. Program ini juga sekaligus memperkuat posisi UIKA Bogor sebagai kampus yang aktif mendorong global engagement dan penguatan kompetensi mahasiswa di level dunia.
Selain itu, INCO UIKA Bogor juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada para dekan di fakultas terkait untuk memberikan dukungan akademik kepada mahasiswa peserta, termasuk penyesuaian jadwal perkuliahan agar mereka dapat mengikuti program secara optimal.
Langkah ini menunjukkan bahwa internasionalisasi di UIKA Bogor tidak berjalan sendiri, tetapi didukung secara kelembagaan agar mahasiswa dapat meraih pengalaman global tanpa kehilangan arah akademiknya.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diharapkan membawa nama baik kampus, tetapi juga menjadi representasi generasi muda Indonesia yang mampu tampil percaya diri, adaptif, dan berdaya saing dalam lingkungan internasional.
Dengan semangat #DariUIKAUntukDunia, keberangkatan peserta KKNI Thailand 2.0 Batch 2 menjadi bukti bahwa dari kampus di Bogor, mahasiswa dapat menapaki panggung global dan membawa pulang pengalaman yang memperkaya kapasitas diri sekaligus memperluas jejaring masa depan.