thumb

BOGOR - Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menjadi tuan rumah kegiatan MPR RI Goes to Campus bertema “Urgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklim”, Rabu (5/8/2026).

 

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., sebagai pembicara utama. Seminar diikuti ratusan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, serta jajaran pimpinan UIKA Bogor.

 

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UIKA Bogor, Novirani Nur Khasanah, mengatakan kehadiran MPR RI menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih jauh isu transisi energi dan perubahan iklim.

 

“Perubahan iklim bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan membutuhkan kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata dari seluruh elemen bangsa, terutama mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujarnya.

 

Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut tema yang diangkat sejalan dengan komitmen UIKA Bogor dalam membangun kampus yang lebih peduli terhadap lingkungan.

 

UIKA Bogor, kata dia, telah memulai sejumlah langkah melalui program Zero Waste, termasuk penyediaan fasilitas pengolahan sampah plastik di lingkungan kampus.

 

“Kami sangat menyambut baik gagasan MPR Goes to Campus dalam rangka mencegah dampak perubahan iklim dan membangun lingkungan yang lebih bersahabat. Insyaallah UIKA akan terus mendukung berbagai kegiatan positif seperti ini,” ungkapnya.

 

Dalam sesi utama, Dr. Eddy Soeparno menegaskan bahwa krisis iklim merupakan persoalan nyata yang dampaknya sudah dirasakan di berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, energi, hingga ekonomi.

 

Menurutnya, transisi energi menjadi salah satu langkah penting untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan. Indonesia dinilai memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang besar dan perlu dikembangkan secara lebih optimal.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya riset, inovasi, dan teknologi yang dapat mendukung percepatan transisi energi.

 

Mahasiswa pun didorong tidak hanya memahami isu perubahan iklim secara teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi melalui penelitian, inovasi, serta perubahan perilaku sehari-hari.

 

Di hadapan mahasiswa UIKA Bogor, Eddy menyebut generasi muda sebagai aktor penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Mahasiswa diharapkan mampu mengambil bagian dalam pengembangan energi terbarukan, ekonomi hijau, dan pembangunan berkelanjutan.

 

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab. Sejumlah isu dibahas, mulai dari kebijakan transisi energi, ketahanan energi nasional, penggunaan energi fosil, hingga kontribusi generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim.

 

Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor berharap mahasiswa semakin memahami tantangan perubahan iklim sekaligus terdorong untuk menjadi bagian dari solusi melalui inovasi dan aksi nyata.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang