Bogor, 31 Maret 2026 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor resmi mengukuhkan Prof. Dr. Widyasari, M.Pd. sebagai Guru Besar melalui Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq, S.H., Selasa (31/3/2026).
Dalam momentum akademik tersebut, Prof. Widyasari menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Sumber Belajar Digital sebagai Investasi Peradaban Muslim: Dari Manuskrip menuju Metadata”, yang menyoroti transformasi fundamental dunia pendidikan di era digital.
Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan yang tidak dapat dibendung. Transformasi ini telah merambah seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan, yang kini bergerak dari sekadar wacana menuju implementasi nyata.
“Digitalisasi adalah arus yang tak terbendung dan pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi paling signifikan,”
Prof. Widyasari menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus teknologi, dunia pendidikan menghadapi tantangan serius, mulai dari kesenjangan akses di wilayah 3T hingga risiko ketergantungan digital yang dapat menggerus daya kritis peserta didik. Namun demikian, ia menekankan bahwa teknologi tidak boleh diposisikan hanya sebagai alat, melainkan sebagai solusi strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang efektif, efisien, dan bermakna.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa teknologi pendidikan harus berperan dalam mendesain sistem pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas hasil belajar sekaligus membangun motivasi intrinsik peserta didik. Hal ini sejalan dengan definisi teknologi pendidikan sebagai praktik ilmiah dan etis untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja manusia.
Salah satu poin penting dalam orasi tersebut adalah konsep transformasi sumber belajar, dari bentuk konvensional seperti manuskrip menuju format digital berbasis metadata yang lebih terbuka, terintegrasi, dan dapat diakses lintas ruang dan waktu.
Prof. Widyasari juga memaparkan rekam jejak penelitiannya dalam pengembangan sumber belajar digital, di antaranya:
Model Integrated Digital Online Library (IDOL) yang terintegrasi dengan Perpustakaan Nasional
Pengembangan bahan ajar berbasis LMS untuk komunitas Muslim diaspora di Jepang
Model pembelajaran berbasis metaverse di perguruan tinggi
Inovasi terbaru berupa platform Open Educational Resources (OER) berbasis AI dan Smart Education Platform
Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar konsep, melainkan telah diimplementasikan secara nyata dan berdampak luas, bahkan hingga lintas negara.
Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian akademik Prof. Widyasari. Menurutnya, pengukuhan Guru Besar ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi energi baru dalam memperkuat arah pengembangan keilmuan di UIKA.
Ia menegaskan bahwa sosok Prof. Widyasari merepresentasikan akademisi yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga produktif dalam inovasi dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Prof. Widyasari tidak hanya mencapai puncak akademik, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi nyata yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, khususnya dalam transformasi digital,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa UIKA Bogor akan terus mendorong lahirnya Guru Besar yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban.
Menariknya, orasi ini tidak hanya berdimensi akademik, tetapi juga spiritual. Prof. Widyasari menegaskan bahwa pengembangan sumber belajar digital merupakan bagian dari amal jariyah, yakni ilmu yang terus mengalir manfaatnya meskipun penciptanya telah tiada.
“Sumber belajar digital yang kita rancang hari ini adalah investasi peradaban Muslim — warisan ilmiah yang akan terus hidup, melampaui batas ruang dan waktu.”
Menurutnya, transformasi dari manuskrip ke metadata bukan hanya perubahan bentuk, tetapi perubahan paradigma—dari ilmu yang terbatas menjadi ilmu yang terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Sidang pengukuhan ini sekaligus menjadi simbol komitmen UIKA Bogor dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman, serta memperkuat peran akademisi sebagai motor penggerak peradaban.
Dengan pengukuhan ini, Prof. Widyasari diharapkan tidak hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi, tetapi juga menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan umat di era digital.