BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menghadirkan ajang kompetitif berbasis keterampilan digital melalui Typing Master UIKA Bogor Champion 2026 sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-65 UIKA.
Kompetisi yang berlangsung pada 1 hingga 16 Mei 2026 ini menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, hingga civitas akademika untuk menguji kemampuan mengetik cepat dan akurat—dua keterampilan yang semakin penting di era digital saat ini.
Rangkaian lomba dimulai dari tahap seleksi daring menggunakan platform Monkeytype, di mana peserta diuji dalam sesi mengetik selama 30 detik untuk mengukur kecepatan dan akurasi. Dari tahap ini, sebanyak 27 peserta terbaik berhasil lolos ke babak penyisihan.
Kompetisi kemudian berlanjut ke beberapa tahap dengan tingkat kesulitan yang meningkat. Pada babak awal, peserta diuji mengetik dalam Bahasa Indonesia dengan standar akurasi minimal 85 persen. Selanjutnya, pada babak 10 besar, peserta harus mempertahankan akurasi minimal 90 persen dalam pengetikan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Puncak kompetisi berlangsung pada babak final yang menghadirkan tiga ronde pertandingan dengan durasi masing-masing 60 detik. Pada tahap ini, kecepatan, ketelitian, dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menentukan pemenang.
Setelah melalui persaingan yang ketat, Rahadian Fahri Faizani dari SMK Negeri 1 Ciomas berhasil meraih Juara 1, sementara posisi Juara 2 diraih oleh Nida Nur Aini dari Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sarana pengembangan keterampilan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kemampuan mengetik cepat dan akurat kini menjadi bagian penting dalam menunjang produktivitas, baik di dunia akademik maupun profesional.
Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor menegaskan perannya sebagai kampus di Bogor yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dengan menghadirkan program-program yang mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk siap menghadapi tantangan digital.
Di tengah tuntutan era modern, UIKA Bogor tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang mendukung daya saing di masa depan.