thumb
  • soleh
  • 0 Komentar
  • 34 Melihat
  • 0 Suka

BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menjadi tuan rumah kegiatan SNI Goes to Campus yang mengangkat tema “Kampus Berdampak: Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja” pada Selasa, 23 Juni 2026 di Aula Prof. Dr. H. Abdullah Siddik, S.H., Fakultas Hukum UIKA Bogor.

 

Kegiatan ini bukan sekadar seminar kampus biasa. Melalui kolaborasi antara Badan Standardisasi Nasional (BSN), perguruan tinggi, dan mitra industri, forum ini mengangkat satu pesan penting: lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya kuat dalam teori, tetapi juga harus memahami budaya mutu, sistem, dan standar yang menjadi kebutuhan nyata dunia kerja.

 

Sejak awal, SNI Goes to Campus dirancang sebagai media edukasi dan diseminasi yang interaktif untuk meningkatkan literasi standardisasi di kalangan mahasiswa, mendorong minat riset berbasis standar, serta memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan dan penerapan standar nasional. Tujuan akhirnya jelas, yakni menyiapkan lulusan yang lebih siap bersaing di tengah dinamika industri dan persaingan global.

 

Acara dibuka melalui pembacaan kalam ilahi, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Universitas Ibn Khaldun Bogor, dilanjutkan sambutan dari Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor, Dr. H. Didi Hilman, S.H., M.Pd.I, serta sambutan Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si. Setelah itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Nur Hidayati, S.Si., M.Si., Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN.

 

Dalam pembukaannya, Nur Hidayati menegaskan bahwa standardisasi dan penilaian kesesuaian memiliki posisi strategis dalam meningkatkan daya saing nasional. Standar tidak hanya penting untuk menjamin mutu, keamanan, keselamatan, dan perlindungan konsumen, tetapi juga menjadi landasan bagi efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan industri. Di tengah perubahan global, mahasiswa menurutnya perlu diperkenalkan lebih dekat dengan standardisasi agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga agen perubahan yang mampu mendorong penerapan standar di dunia kerja dan masyarakat. Fokus BSN sendiri dalam forum ini adalah memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya standar bagi kesiapan lulusan dan kebutuhan industri.


Setelah sesi pembukaan, forum dilanjutkan dengan pemaparan dari Dian Asriani, S.Si., M.Si., Analis Standardisasi Ahli Madya BSN, yang membawakan materi “Peran Standardisasi dalam Menyiapkan Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa standar berperan besar dalam menjamin keselamatan, meningkatkan mutu produk, menjaga kepatuhan regulasi, dan memperkuat daya saing nasional maupun internasional. Mahasiswa, kata dia, perlu memahami bahwa dunia industri saat ini sangat dekat dengan standar, baik dalam proses produksi, layanan, sistem, maupun kompetensi kerja.


Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Muhamad Azis Firdaus, S.E., M.M., Kepala Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIKA Bogor, dengan tema “Pendidikan Standardisasi di Perguruan Tinggi”. Ia menekankan bahwa literasi standardisasi harus mulai dibangun sejak bangku kuliah karena standar bukan sekadar aturan administratif, melainkan alat strategis untuk pengendalian mutu, efisiensi organisasi, inovasi, dan penguatan daya saing lulusan. Dalam materinya, ia juga mengutip berbagai temuan riset yang menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan standar cenderung memiliki efisiensi lebih baik, kualitas produk lebih terjaga, kepatuhan regulasi lebih kuat, dan akses pasar lebih luas.


Sesi ketiga menghadirkan Mulyadi Saputra, S.E., M.Pd., Deputi Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa, yang membawakan materi “Industri Berbasis Standar: Apa yang Perlu Dipahami Generasi Muda?”. Dengan latar belakang pengalaman panjang di dunia pendidikan dan organisasi, Mulyadi menjelaskan bahwa generasi muda harus memahami pentingnya bekerja dalam sistem yang berbasis mutu dan standar. Kreativitas, menurutnya, tetap penting, tetapi akan jauh lebih kuat bila didukung dengan disiplin proses, tata kelola yang baik, dan budaya kerja yang konsisten. Perspektif ini memperlihatkan bahwa standar bukan hanya urusan lembaga besar, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi pendidikan dan sosial yang profesional.

 

Seluruh materi kemudian dipertajam dalam sesi diskusi yang dimoderatori Dr. Popy Novita Pasaribu, S.T.P., M.B.Sys. Diskusi ini mempertemukan sudut pandang regulator, kampus, dan praktisi, lalu menegaskan satu hal penting: literasi standardisasi harus mulai menjadi bagian dari budaya akademik di perguruan tinggi, karena ia berkaitan langsung dengan mutu riset, kualitas inovasi, kesiapan kerja lulusan, hingga kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri.


Pada bagian akhir kegiatan, panitia menggelar Deklarasi Penguatan Penerapan SNI sebagai simbol komitmen bersama untuk memperluas penerapan budaya standar di lingkungan kampus. Deklarasi ini menjadi pesan penutup yang kuat bahwa kampus tidak boleh berhenti pada transfer ilmu, tetapi juga harus menanamkan budaya mutu, konsistensi, dan tanggung jawab profesional kepada mahasiswanya.

 

Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor menegaskan diri sebagai kampus yang tidak hanya membahas teori di ruang kelas, tetapi juga aktif menghadirkan isu-isu strategis yang relevan dengan dunia kerja. SNI Goes to Campus menjadi bukti bahwa kampus, pemerintah, dan dunia industri dapat duduk bersama untuk menyiapkan lulusan yang lebih siap kerja, lebih sadar mutu, dan lebih mampu bersaing di tengah perubahan zaman.

 

Di tengah tuntutan industri yang semakin tinggi, pesan dari forum ini terasa sangat jelas: masa depan bukan hanya milik mereka yang pintar, tetapi juga milik mereka yang paham standar, siap menjaga kualitas, dan mampu bekerja dalam sistem yang profesional.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang