BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor terus memperluas kolaborasi pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB), Rabu (1/7/2026), di Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dan Kepala Sekolah Cendekia BAZNAS, Ahmad Kamaluddin Afif, S.Pi., M.M., Gr. Dalam pelaksanaannya di lapangan, Tim UIKA diwakili oleh Dr. Popy Novita Pasaribu, S.TP., M.BS., selaku Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UIKA.
Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Pada momentum yang sama, Tim PKM UIKA Bogor juga menyerahkan fasilitas sekaligus memulai pendampingan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Teknologi Budidaya Jamur F0 untuk Pembibitan” di lingkungan Sekolah Cendekia BAZNAS.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya UIKA Bogor dalam mendorong penguatan kapasitas santri dan sekolah, khususnya pada pengembangan unit usaha berbasis budidaya jamur dan ikan, yang diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
Ketua Pelaksana PKM UIKA Bogor, Dr. Popy Novita Pasaribu, S.TP., M.BS., memimpin program ini bersama Dr. Hartanti Nugrahaningsih, S.E., M.M. sebagai dosen pembina budidaya jamur, serta Annisyia Zarina Putri, S.Si., M.App.Sc., Ph.D. sebagai dosen pembina sistem bioflok. Kegiatan ini juga menghadirkan Obay Subarnas, A.Md.Kom., Direktur Ada Jamur, sebagai narasumber budidaya jamur.
Selain dosen, program ini turut didukung oleh tim mahasiswa UIKA Bogor yang terdiri atas Violita, Tiffany, Gizka, Rachel, Deska, dan Haikal. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik, di mana kampus tidak hanya hadir lewat teori, tetapi juga membawa solusi nyata ke tengah masyarakat.
Dalam kerja sama tersebut, UIKA Bogor dan Sekolah Cendekia BAZNAS sepakat mengembangkan kolaborasi dalam beberapa bidang, mulai dari pendidikan dan pengembangan kurikulum berbasis potensi lokal, penelitian bersama di bidang manajemen, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi, hingga pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan program pemberdayaan.
Sinergi ini menunjukkan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan berbasis sosial dapat menjadi kekuatan besar dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Bukan hanya bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tersebut.
Harapannya, kolaborasi antara UIKA Bogor dan Sekolah Cendekia BAZNAS dapat terus berkembang dalam mendukung kesejahteraan santri melalui pengembangan unit usaha berbasis budidaya ikan dan jamur, serta penguatan kapasitas pemasaran digital.
Melalui langkah ini, UIKA Bogor menegaskan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif membangun pemberdayaan masyarakat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.