thumb

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-65 UIKA Bogor ini tidak hanya menghadirkan bursa lowongan kerja, tetapi juga seminar pengembangan karier, penyerahan lamaran secara langsung, psikotes, hingga wawancara kerja oleh perusahaan peserta.

 

Ketua Pelaksana, Rusdy Kasman, M.Pd., mengatakan Job Fair 2026 merupakan penyelenggaraan perdana sekaligus kelanjutan dari berbagai program pembinaan karier yang telah dilakukan UIKA Bogor.

 

“UIKA tidak hanya mengantarkan mahasiswa hingga lulus, tetapi juga terus berupaya membuka akses, membangun jejaring, dan mempertemukan alumni dengan berbagai peluang karier sesuai kompetensinya,” ujarnya.

 

Sebelum menggelar job fair, UIKA Bogor telah memberikan pelatihan penyusunan CV pada 2024 dan pelatihan wawancara kerja pada 2025. Tahun ini, pembinaan tersebut dilanjutkan dengan mempertemukan alumni secara langsung dengan dunia usaha dan industri.

 

Sebanyak 19 perusahaan dan lembaga turut membuka peluang kerja. Di antaranya PT Karya Nyata Alasindo, PT Narumi Primalestari, PT Primadaya Harumas, PT Sumodatama Berkah atau Susu Mbok Darmi, Bank Dana Mandiri Bogor, PT Commercial Solutions Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, PT Rifan Finansindo Berjangka, PT Swakarya Insan Mandiri, PT Swapro International, dan PT Solusi Satuan Berjalan atau Jago Coffee.

 

Turut bergabung PT Damsways Indonesia Technology, Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, PT Kalbe, Yogya Group, PT Andalan Fluid System, PT Paros Indonesia, PT DU Financial, serta PT Cahaya Amarta Teknologi.

 

Pada hari pertama, peserta mengikuti seminar bersama David Bahtiyar Rizal yang membahas peningkatan kemampuan public speaking. Materi berikutnya disampaikan Dian Dewinta, S.T., M.M., Wakil Ketua Tim Kerja Layanan Pencari Kerja Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI.

 

Ia membawakan materi bertema “Grow, Connect and Lead: Menghubungkan Lulusan Bertalenta dengan Peluang Kerja melalui Karirhub.”

 

Usai seminar, para alumni langsung mendatangi stan perusahaan, mencari informasi lowongan, berkonsultasi dengan perekrut, dan menyerahkan lamaran kerja. Proses seleksi kemudian berlanjut pada 24 Juli 2026 melalui psikotes dan wawancara kerja.

 

Rektor UIKA Bogor yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Maimunah Sa’diyah, M.Ag., menegaskan bahwa tanggung jawab perguruan tinggi tidak berhenti ketika mahasiswa diwisuda.

 

Menurutnya, kampus perlu memastikan para lulusan memperoleh pembinaan kompetensi dan akses yang memadai untuk memasuki dunia kerja. Alumni juga diminta menjaga profesionalisme, integritas, dan memaknai pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.

 

Mewakili Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor, H. Fathurrahman Mahfud, M.M., menyebut tiga bekal utama yang perlu dimiliki alumni, yakni menjadi pembelajar sepanjang hayat, menguasai hard skill dan soft skill, serta mengikuti perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan blockchain.

 

Selain kemampuan teknis, karakter dan integritas dinilai tetap menjadi modal penting dalam membangun karier profesional.

 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bogor, Adi Novan, S.STP., yang mewakili Wali Kota Bogor, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, job fair menjadi bentuk nyata kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri.

 

Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor ingin memperkuat perannya sebagai jembatan antara alumni dan dunia kerja. Job Fair 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi tempat mencari lowongan, tetapi juga membuka jejaring, meningkatkan kesiapan kerja, dan mempercepat proses rekrutmen bagi alumni.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang