BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan kaki gratis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan cek kesehatan dalam peringatan Milad ke-65, yang berlangsung pada 19–22 Mei 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 ini menjadi salah satu layanan unggulan yang ditujukan bagi civitas akademika maupun masyarakat umum, sebagai upaya meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bekerja sama dengan Wocare melalui program KISS (Kaki Indah Sehat se-Indonesia), layanan ini difokuskan pada deteksi dini berbagai gangguan pada kaki, seperti risiko luka, gangguan saraf, hingga gangguan pembuluh darah yang sering kali tidak disadari.
Pemeriksaan diawali dengan proses screening untuk mengidentifikasi kondisi kaki peserta, mulai dari pembengkakan, sensitivitas saraf, hingga kemungkinan adanya kelainan bentuk.
Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan metode Monofilament Test, yaitu teknik untuk mengevaluasi sensasi pada kaki, khususnya bagi individu yang berisiko mengalami penurunan fungsi saraf, seperti penderita diabetes.
Ns. Rifa Qidya Ardi, S.Kep., CWCC., CST., dari tim Wocare menjelaskan bahwa pemeriksaan ini memiliki peran penting dalam pencegahan komplikasi yang lebih serius.
“Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan pada kaki, seperti risiko luka, gangguan saraf, maupun gangguan pada pembuluh darah. Pada tahap awal dilakukan screening untuk melihat kondisi kaki peserta secara menyeluruh,” ujarnya.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan risiko sedang hingga tinggi, peserta akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode Ankle Brachial Pressure Index (ABPI), yang bertujuan menilai kondisi aliran darah pada pembuluh vena dan arteri di kaki.
“Pemeriksaan ABPI dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan pada aliran darah, sehingga dapat ditentukan langkah penanganan yang tepat,” tambahnya.
Jika ditemukan kondisi tertentu, peserta juga diberikan rekomendasi lanjutan, mulai dari perawatan ringan seperti foot spa hingga penanganan medis lebih lanjut apabila ditemukan luka atau gangguan serius.
Menurut Ns. Rifa, pemeriksaan kesehatan kaki penting dilakukan oleh berbagai kalangan, tidak hanya penderita diabetes, tetapi juga masyarakat umum dengan aktivitas harian yang melibatkan kaki secara intensif.
“Kaki memiliki peran penting karena menopang tubuh sepanjang hari. Pemeriksaan ini penting bagi pekerja yang banyak berdiri, mahasiswa yang lebih sering duduk, maupun siapa saja yang memiliki aktivitas tinggi,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika UIKA Bogor, mulai dari pimpinan universitas, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, yang memanfaatkan layanan pemeriksaan secara gratis.
Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat komitmennya sebagai kampus yang peduli terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif, UIKA Bogor hadir sebagai bagian dari solusi melalui edukasi dan layanan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.