thumb

BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor secara resmi melepas 1.192 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional Tahun 2026 dalam seremoni yang berlangsung khidmat di Kampus UIKA Bogor, Senin, 27 Juli 2026.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun (YPIKA) Bogor, Dr. H. Didi Hilman, S.H., M.H., M.Pd.I.; Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. Mujahidin, M.Si.; para wakil rektor; Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM); para dekan; dosen pembimbing lapangan; serta seluruh mahasiswa peserta KKN 2026.

 

Pelepasan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta semangat pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Kepala LPPM UIKA Bogor, Prof. Dr. H. Lucky Hikmat Maulana, S.Si., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN UIKA Bogor tahun 2026 diikuti oleh 1.252 mahasiswa, yang terdiri atas 1.192 peserta KKN reguler dan 60 peserta KKN internasional.

 

Mahasiswa peserta KKN reguler akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan dan ditempatkan di 45 desa dan kelurahan. Penentuan lokasi tersebut merupakan hasil koordinasi UIKA Bogor dengan pemerintah daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah atau Bapperida Kota dan Kabupaten Bogor.

 

Di Kota Bogor, mahasiswa akan ditempatkan di Kelurahan Menteng dan Kelurahan Sindangbarang. Sementara itu, wilayah pengabdian di Kabupaten Bogor tersebar di enam kecamatan, yakni Cibungbulang, Ciomas, Ciampea, Rancabungur, Tenjolaya, dan Pamijahan.

 

Dalam sambutannya, Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. Mujahidin, M.Si., menegaskan bahwa paradigma pelaksanaan KKN tahun 2026 tidak lagi hanya berorientasi pada pelaksanaan sejumlah program kerja yang telah disusun sebelumnya. Mahasiswa diarahkan untuk terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, kemudian menghadirkan solusi sesuai kebutuhan dan kondisi di wilayah pengabdian.

 

“Mahasiswa jangan datang membawa program yang belum tentu dibutuhkan masyarakat. Datanglah, identifikasi persoalan yang ada, kemudian selesaikan bersama-sama. Menyelesaikan satu persoalan besar yang benar-benar dibutuhkan masyarakat jauh lebih bermakna daripada menjalankan banyak program yang tidak memberikan dampak,” tegas Rektor.

 

Menurutnya, pelaksanaan KKN harus mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diminta membangun komunikasi, berdialog, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

 

Rektor juga mengingatkan bahwa seluruh mahasiswa peserta KKN merupakan duta Universitas Ibn Khaldun Bogor yang membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.

 

Mahasiswa diharapkan mampu menjaga etika, menunjukkan akhlak yang baik, menghormati nilai dan kebiasaan masyarakat setempat, serta menjadi teladan selama menjalankan kegiatan pengabdian.

 

Sementara itu, Ketua Pengurus YPIKA Bogor, Dr. H. Didi Hilman, S.H., M.H., M.Pd.I., berpesan agar mahasiswa dapat menjaga reputasi UIKA Bogor sebagai perguruan tinggi Islam tertua di Kota Bogor sekaligus memahami karakteristik masyarakat di setiap lokasi penempatan.

 

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program kerja yang berhasil dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam membaca kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi yang baik, dan memberikan kontribusi sesuai kompetensi keilmuan yang dimiliki.

 

Mahasiswa juga diminta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, menjaga hubungan baik dengan pemerintah desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh unsur masyarakat di wilayah pengabdian.

 

Selain menjalankan program pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat, setiap kelompok KKN juga dibekali media informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru UIKA Bogor. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai program pendidikan dan kontribusi UIKA Bogor kepada masyarakat secara lebih luas.

 

Kegiatan pelepasan ditandai dengan prosesi simbolis pengalungan tanda peserta KKN kepada perwakilan mahasiswa dari setiap wilayah penempatan. Pengalungan dilakukan oleh Rektor UIKA Bogor, Ketua Pengurus YPIKA Bogor, para wakil rektor, serta Kepala LPPM UIKA Bogor.

 

Prosesi tersebut sekaligus menandai pelepasan resmi 1.252 mahasiswa UIKA Bogor untuk melaksanakan pengabdian dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.

 

Melalui pelaksanaan KKN Nasional 2026, UIKA Bogor berharap para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata, inovatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, dan semangat kolaborasi mahasiswa, sekaligus menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keislaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.

 

KKN Nasional 2026 menjadi wujud nyata komitmen UIKA Bogor dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat serta mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian, dan kemampuan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang