BOGOR- Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor mewisuda sebanyak 749 lulusan dari 31 program studi dalam Wisuda ke-82 yang digelar Rabu (29/7/2026).
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengapresiasi perkembangan UIKA Bogor dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Di hadapan para wisudawan, orang tua, sivitas akademika, dan tamu undangan, Lukman memastikan seluruh proses akademik calon lulusan telah memenuhi ketentuan yang berlaku, mulai dari pembelajaran hingga penerbitan Nomor Ijazah Nasional.
Menurutnya, prosesi wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengejar cita-cita dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa dunia kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menguasai kompetensi akademik dan teknologi, tetapi juga perlu memiliki karakter manusia yang tidak dapat digantikan mesin.
Kemampuan tersebut meliputi empati, kecerdasan emosional, kreativitas, etika, tanggung jawab moral, kepemimpinan, intuisi, serta kemampuan mengambil keputusan strategis.
“Kemampuan teknologi harus dipadukan dengan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Kombinasi inilah yang akan menjadi modal penting bagi lulusan dalam menghadapi era Society 5.0,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, LLDIKTI Wilayah IV juga memberikan apresiasi atas capaian Akreditasi Unggul yang diraih UIKA Bogor. Status tersebut menjadi bukti komitmen universitas dalam menjaga mutu pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Laman resmi UIKA juga mencantumkan kampus tersebut sebagai perguruan tinggi terakreditasi Unggul dengan visi menjadi universitas berdaya saing global pada 2040.
Lukman menyebut UIKA Bogor menjadi salah satu dari hanya 19 perguruan tinggi di antara sekitar 416 perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten yang telah meraih predikat tersebut.
Para lulusan juga diminta bijak dalam memanfaatkan media sosial dan AI generatif. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi, bukan untuk menyebarkan informasi yang merugikan orang lain.
Dalam membangun karier, Lukman membagikan filosofi, “Maju tanpa menyingkirkan, naik tanpa menjatuhkan, benar tanpa menyalahkan, dan baik tanpa menjelekkan.”
Filosofi tersebut dinilai penting agar para lulusan mampu meraih kesuksesan tanpa meninggalkan etika, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia juga mengajak para wisudawan menjadi pribadi JAGO, yakni memiliki Jejaring, Adaptif terhadap perubahan, Gesit menghadapi tantangan, serta Otentik dan orisinal dalam berkarya.
“Jaga nama baik keluarga, almamater UIKA Bogor, dan Indonesia di mana pun berada. Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal untuk membuktikan kompetensi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Apresiasi LLDIKTI Wilayah IV tersebut memperkuat posisi UIKA Bogor sebagai perguruan tinggi Islam yang terus bertumbuh dalam bidang akademik, tata kelola, dan kualitas lulusan. Dalam pemberitaan wisuda sebelumnya, Kepala LLDIKTI IV juga menyebut UIKA sebagai kampus Islam swasta yang progresif dan konsisten meningkatkan mutu.
Melalui Wisuda ke-82, UIKA Bogor berharap 749 lulusan yang dikukuhkan mampu mengembangkan kompetensi, menjaga nilai-nilai keislaman, serta tampil sebagai generasi yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing global.