BOGOR – Sebanyak 806 mahasiswa memadati Masjid Ibn Khaldun, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dalam kegiatan Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Aspirasi, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin dinamis.
Pembinaan menghadirkan Dr. Habib Fahmi Alaydroes, M.M., salah satu pembina mahasiswa program beasiswa UIKA Bogor, sebagai narasumber utama, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan reflektif, di mana mahasiswa diajak tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun kesadaran diri dan tanggung jawab sebagai penerima amanah.
Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa di usia ke-65 tahun, UIKA terus mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini terlihat dari meningkatnya akreditasi program studi, bertambahnya jumlah jurnal terakreditasi, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UIKA Bogor sebagai salah satu kampus di Bogor.
Meski demikian, mahasiswa diingatkan untuk tidak cepat berpuas diri. Mereka didorong untuk terus meningkatkan kualitas diri seiring dengan arah pengembangan kampus menuju tahun 2045 yang menitikberatkan pada penguatan institusi dan perluasan program studi.
Rektor juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi di berbagai bidang. Menurutnya, baik mahasiswa dari rumpun sains maupun sosial harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang menjadi kunci utama dalam menghadapi masa depan.
Dalam sesi utama, Habib Fahmi menegaskan bahwa mahasiswa penerima beasiswa merupakan individu terpilih yang memikul tanggung jawab besar. Status tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
“Sebagai penerima beasiswa, kalian adalah orang-orang terpilih. Maka jalani amanah ini dengan sungguh-sungguh, karena di baliknya ada harapan besar yang harus kalian wujudkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa tentang realitas kehidupan yang akan dihadapi, mulai dari tuntutan akademik, kemandirian hidup, hingga berbagai ujian yang membentuk kedewasaan dan ketangguhan diri.
Selain itu, Habib Fahmi menyoroti karakteristik Generasi Z yang saat ini mendominasi mahasiswa. Menurutnya, generasi ini memiliki potensi besar karena melek teknologi, kreatif, adaptif, dan terbuka terhadap perubahan. Namun di sisi lain, mereka juga menghadapi tantangan seperti kecenderungan ingin serba instan, mudah terdistraksi, serta ketergantungan pada perangkat digital.
Melalui pembinaan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi diri sekaligus mengelola kelemahan secara bijak, sehingga dapat berkembang menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan fokus dalam mencapai tujuan.
“Mahasiswa perlu menyadari siapa dirinya, memahami kekuatan dan kelemahannya, lalu membangun sikap yang tepat agar mampu menghadapi tantangan zaman,” tutup Habib Fahmi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIKA Bogor sebagai salah satu kampus di Bogor dalam membina mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam penguatan karakter, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi dinamika era digital.