BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menorehkan capaian strategis di level nasional dengan berhasil lolos dalam Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dari ribuan proposal yang diajukan oleh perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia, hanya 64 perguruan tinggi terbaik yang berhasil lolos dan berhak menandatangani kontrak pendanaan riset nasional berbasis dampak ini.
UIKA Bogor menjadi salah satu di antaranya, sekaligus mempertegas posisinya sebagai kampus yang mampu bersaing di tingkat nasional dalam pengembangan riset berbasis kebutuhan masyarakat.
Penandatanganan kontrak dilakukan langsung oleh Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dalam kegiatan resmi yang digelar di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta.
Di wilayah Bogor, capaian ini menjadi semakin istimewa. UIKA Bogor tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil lolos dalam program riset nasional ini, menegaskan kapasitasnya untuk bersaing dengan kampus-kampus unggulan di Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam arahannya menegaskan bahwa paradigma riset di Indonesia harus mengalami perubahan mendasar.
“Riset tidak boleh berhenti di jurnal, tetapi harus berkembang menjadi inovasi nyata yang bisa digunakan dan memberi solusi langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tingginya antusiasme program ini, di mana hanya sebagian kecil proposal terbaik yang berhasil lolos, dengan fokus pada riset yang benar-benar memiliki dampak langsung di bidang strategis seperti pangan, kesehatan, energi, teknologi, dan pendidikan.
Dalam program ini, UIKA Bogor mengusung riset bertajuk:
“Pengembangan Bahan dan Desain Busana Muslimah Halal Berbasis Bahan Nabati Ramah Lingkungan yang Memenuhi Kriteria Syariah serta Selaras dengan ESG dan Sustainable Development Goals (SDGs)”
Riset ini diketuai oleh Dr. Trisiladi Supriyanto, yang memimpin pengembangan inovasi fashion halal berkelanjutan berbasis sains dan teknologi.
Program ini dirancang dalam skema living lab, yaitu model kolaboratif antara kampus, industri, dan masyarakat, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi dapat langsung diuji, dikembangkan, dan diimplementasikan secara nyata.
Melalui skema pendanaan ini, UIKA Bogor akan mendapatkan dukungan menyeluruh untuk seluruh tahapan riset, mulai dari pengembangan konsep, pembuatan prototipe, hingga implementasi di masyarakat.
Capaian ini juga membuka peluang bagi mahasiswa UIKA untuk terlibat langsung dalam riset berdampak, memperkuat kompetensi, serta mendapatkan pengalaman nyata dalam pengembangan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari transformasi UIKA sebagai kampus berbasis riset dan inovasi.
“Ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi bukti bahwa UIKA mampu bersaing di level nasional. Kami ingin memastikan riset yang dikembangkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Keikutsertaan UIKA dalam program Bestari Saintek sekaligus mempertegas arah pengembangan kampus sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak nyata.
Di tengah tuntutan global terhadap riset yang aplikatif dan berkelanjutan, UIKA Bogor hadir sebagai ruang lahirnya generasi inovator yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.