BOGOR – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan peluang ekonomi kreatif, generasi Z dituntut tidak hanya memiliki ide, tetapi juga mampu mengeksekusinya menjadi karya nyata. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Seminar Nasional bertajuk “Gen Z Entrepreneur Movement: Mengubah Growth Mindset Menjadi Skill Nyata”.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 13 Mei 2026, di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq UIKA Bogor dan diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa FEB sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-65 UIKA Bogor.
Dalam sambutan Dekan FEB yang dibacakan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Asti Marlina, disampaikan bahwa seminar ini bertujuan mendorong generasi Z untuk tidak hanya memiliki pola pikir berkembang (growth mindset), tetapi juga mampu mengubahnya menjadi keterampilan nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan HIPMI Kabupaten Bogor, yang memberikan perspektif strategis sekaligus pengalaman praktis dalam membangun usaha di era digital.
Narasumber pertama, Gemnintang Kejora Mallarangeng selaku Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, memaparkan materi terkait kebijakan ekonomi kreatif serta peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor industri kreatif yang terus berkembang.
Sementara itu, Bambang Pria Kusuma, alumni UIKA Bogor yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina BPC HIPMI Kabupaten Bogor, membagikan pengalaman langsung dalam membangun usaha melalui materi bertajuk “Mindset ke Action: Strategi Praktis Membangun Usaha”.
Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh ide, tetapi juga oleh keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam menjalankan proses.
Seminar ini tidak hanya menghadirkan motivasi, tetapi juga wawasan praktis mengenai pengembangan bisnis, mulai dari membangun mindset, memahami peluang pasar, hingga memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah UIKA Bogor, Hambari, Ph.D., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa UIKA yang kini memasuki usia ke-65 terus berkomitmen menjadi perguruan tinggi unggul dengan 37 program studi dan sejumlah program studi berakreditasi unggul.
Ia juga menekankan pentingnya generasi Z untuk memiliki keseimbangan antara soft skill dan technical skill agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
“Stigma negatif terhadap Gen Z harus diubah menjadi energi positif. Generasi ini memiliki potensi besar untuk menjadi kreatif, adaptif, dan inovatif, serta mampu menjadi agen perubahan di masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FEB UIKA Bogor tidak hanya menghadirkan forum akademik, tetapi juga ruang pengembangan diri bagi mahasiswa dalam membangun jiwa kewirausahaan sejak dini.
Seminar ini menjadi bagian dari komitmen UIKA Bogor dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga berorientasi pada praktik dan kesiapan menghadapi dunia nyata.
Dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah dan praktisi bisnis, UIKA Bogor semakin mempertegas perannya sebagai kampus yang aktif membekali mahasiswa dengan keterampilan, jejaring, dan wawasan yang relevan dengan kebutuhan industri.