BOGOR – Di tengah derasnya arus informasi dan debat publik di era digital, kemampuan berpikir kritis bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Bogor Student Debate Competition, kompetisi debat SMA tingkat Bogor Raya, pada Senin, 4 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-65 UIKA Bogor, sekaligus menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir analitis, menyusun argumen berbasis data, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UIKA Bogor dalam menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas, di mana mahasiswa dan pelajar dapat terlibat langsung dalam aktivitas akademik yang aplikatif, kompetitif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Sebanyak 12 tim dari SMA/sederajat di Kota dan Kabupaten Bogor turut berpartisipasi dalam kompetisi ini, dengan total 36 peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan debat.
Dalam pelaksanaannya, kompetisi mengangkat tema utama “Peran hukum dalam mengatur sistem pendidikan serta melindungi hak anak di tengah perkembangan sosial, teknologi, dan kebijakan publik.” Tema ini menantang peserta untuk mampu menganalisis isu secara mendalam serta merespons berbagai sudut pandang secara kritis dan konstruktif.
Kompetisi berlangsung dengan sistem debat terstruktur yang menuntut peserta tidak hanya beradu argumen, tetapi juga mampu berpikir cepat, bekerja sama dalam tim, serta menyampaikan pendapat secara sistematis dan bertanggung jawab.
Dekan Fakultas Hukum UIKA Bogor, Dr. Ibrahim Fajri, S.H., M.E.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai kompetensi yang sangat penting untuk dikembangkan oleh para pelajar.
“Lomba debat ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan pada tahun 2025. Meskipun pendaftaran baru dibuka dalam dua minggu terakhir, antusiasme peserta sangat tinggi. Kami berharap para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga semakin terlatih dalam berpikir kritis, mampu menyusun argumen secara sistematis, serta berani menyampaikan pendapat dengan baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga pengalaman pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan bagi para peserta. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen UIKA dalam membangun generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Persaingan ketat dalam kompetisi ini menghasilkan para pemenang dengan kemampuan debat yang menonjol. Best Speaker diraih oleh Amira Syifa Ramadhani dari SMAN 7 Bogor. Juara 3 diraih oleh tim Seven Rhetoric dari SMAN 7 Bogor. Juara 2 diraih oleh tim Lawfour dari SMAN 4 Kota Bogor, dan Juara 1 berhasil diraih oleh tim TriCore dari SMAN 3 Bogor.
Hasil yang dicapai para pemenang menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyusun argumen, bekerja sama dalam tim, serta menyampaikan gagasan secara jelas dan meyakinkan.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu ajang kompetisi debat SMA di Bogor yang mendorong pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi sejak dini.
UIKA Bogor kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berpikir, berani berpendapat, dan siap menghadapi tantangan masa depan sejak dini.