Bogor — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menunjukkan perannya sebagai kampus Islam berbasis riset dengan menjadi tuan rumah kegiatan Public Lecture dan Rapat Koordinasi Nasional Konsorsium CICOFEST dalam skema Penelitian Kolaborasi Strategis Nasional (KATALIS) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 17 April 2026, di Ruang Conference 2 Rektorat UIKA Bogor dengan mengangkat tema “Kontribusi Ekonomi Sirkular terhadap Pengurangan Emisi Karbon dan Pembangunan Berkelanjutan.”
Konsorsium CICOFEST sendiri merupakan kolaborasi riset nasional yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan di bawah kepemimpinan Dr. Elida Novita dari Universitas Jember. Konsorsium ini melibatkan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Jember, Universitas Teuku Umar, Universitas Padjadjaran, Universitas Borneo Tarakan, dan UIKA Bogor, serta didukung berbagai mitra strategis dari sektor lingkungan dan industri.
Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan UIKA Bogor, Dr. Tjahjo Tri Hartono, menyampaikan bahwa keberlangsungan kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem riset nasional yang berorientasi pada keberlanjutan. Ia juga menegaskan bahwa forum ini membuka peluang strategis bagi UIKA untuk memperluas jejaring riset baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik dan Sains, Dr. Feril Hariati, serta pembukaan resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi dan Pengembangan, Prof. Dr. Widyasari. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu momentum penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara Konsorsium CICOFEST dengan Fakultas Teknik dan Sains serta Program Studi Ilmu Lingkungan UIKA Bogor. Penandatanganan ini menjadi tonggak awal pelaksanaan riset kolaboratif tahun 2026 yang lebih terarah dan terintegrasi.
Dalam sesi Public Lecture, Dr. Devi Maulida Rahmah dari Universitas Padjadjaran memaparkan bahwa konsep ekonomi sirkular menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan lingkungan global. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya mampu menekan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya melalui inovasi berbasis riset.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemaparan rencana penelitian KATALIS Tahun 2026 oleh tim peneliti dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium. Fokus utama penelitian diarahkan pada pengembangan inovasi teknologi, model bisnis, serta rekomendasi kebijakan berbasis ekonomi sirkular yang aplikatif bagi industri dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor semakin memperkuat posisinya sebagai kampus yang aktif berkontribusi dalam pengembangan riset nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta target Net Zero Emission Indonesia.
Kalau ditarik benang merahnya—UIKA lagi bukan cuma ngomongin teori di kelas, tapi sudah masuk level real impact: dari pembinaan karakter lewat seminar kemuslimahan, sampai kontribusi nyata lewat riset lingkungan. Singkatnya, ini bukan sekadar kampus… ini lagi bangun ekosistem masa depan.