BOGOR – Mau cepat dapat kerja setelah lulus kuliah? Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menghadirkan jawabannya. Di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, UIKA Bogor mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Kolaborasi tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026, dalam momentum Studium Generale bersama Menteri Ketenagakerjaan RI di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq, UIKA Bogor.
MoU ini secara resmi ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., bersama Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor ketenagakerjaan.
Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor (YPIKA), Ketua Senat UIKA Bogor, serta Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan dunia kerja ke depan.
Kegiatan Studium Generale tersebut dihadiri oleh kurang lebih 500 mahasiswa UIKA Bogor yang antusias mengikuti pemaparan langsung dari Menteri Ketenagakerjaan RI. Kehadiran ratusan mahasiswa ini mencerminkan tingginya kesadaran generasi muda akan pentingnya kesiapan menghadapi dunia kerja sejak dini.
Berdasarkan dokumen kesepahaman, ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, pengkajian kebijakan ketenagakerjaan, hingga program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia.
Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
“Kerja sama ini bukan sekadar MoU, tetapi bagian dari komitmen UIKA untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa UIKA ke depan diharapkan memperoleh akses terhadap berbagai program pelatihan, peningkatan kompetensi, sertifikasi, hingga peluang pengembangan karier yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Kesepahaman ini akan berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti dengan berbagai program kerja konkret melalui perjanjian turunan yang lebih teknis, sehingga memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, lulusan, dan masyarakat luas.
Langkah strategis ini sekaligus mempertegas posisi UIKA Bogor sebagai kampus Islam unggul yang tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan pembangunan nasional, khususnya dalam mencetak generasi yang siap kerja, adaptif, dan berdaya saing di era global.