thumb

BOGOR – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor melalui Fakultas Agama Islam (FAI) menggelar talkshow bertajuk “Rehabilitasi Perilaku Seksual: Menyelami Akar Masalah, Terapi Pornografi, dan Terapi Gestalt Profetik” pada Rabu, 20 Mei 2026.

 

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ibn Khaldun UIKA Bogor ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-65 UIKA dan dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah.

 

Ketua pelaksana kegiatan, Rusdi Kasman, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa talkshow ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya berbagai perilaku berisiko di kalangan generasi muda, termasuk kecanduan pornografi, kekerasan seksual, serta penyimpangan perilaku yang berdampak pada kesehatan mental dan sosial.

 

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami agar generasi muda tidak terjebak pada perilaku yang merugikan masa depan mereka,” ujarnya.

 

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi berbagai pihak, di antaranya FAI UIKA Bogor, Himpunan Mahasiswa BKPI UIKA, Tim Milad UIKA, Gerakan Menjaga Fitrah (GMF), Kalam TV, serta Majelis Ta’lim Kota Bogor.

 

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Bai Kusnadi, S.K.M., M.P.H., mengungkapkan bahwa kasus HIV di Kota Bogor masih menjadi perhatian serius. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 2.970 penderita HIV masih menjalani pengobatan, dengan 399 kasus baru HIV dan 134 kasus AIDS ditemukan sepanjang tahun berjalan.

 

Ia juga menyoroti bahwa kelompok usia 15 hingga 49 tahun menjadi kelompok paling rentan, bahkan kasus pada usia di bawah 15 tahun mulai ditemukan. Menurutnya, penanganan persoalan ini memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga edukasi, psikologis, sosial, dan spiritual.

 

“Kegiatan seperti talkshow ini sangat penting sebagai upaya promotif dan preventif melalui pendidikan karakter, penguatan moral, kesehatan mental, serta nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah UIKA Bogor, Dr. Hambari, M.A., Ph.D., yang mewakili Rektor UIKA Bogor, menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membina karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.

 

Menurutnya, UIKA Bogor tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan nilai-nilai keislaman melalui berbagai program edukatif.

 

“Generasi muda adalah masa depan bangsa. Karena itu, perlu adanya kolaborasi antara kampus, pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk menjaga mereka dari berbagai ancaman sosial,” ujarnya.

 

Dalam sesi utama, para narasumber membahas pendekatan rehabilitasi perilaku seksual dan penanganan kecanduan pornografi dari berbagai perspektif. Prof. Dr. Hj. Imas Kania Rahman, M.Pd., memaparkan konsep Terapi G-Pro dalam menangani kecanduan pornografi, sementara Andri Yulian Christyanto, M.Pd., serta Waropun Ghofur, M.Pd., membahas pendekatan terapi adiksi berbasis psikologis dan spiritual.

 

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pendekatan praktis dalam memahami akar masalah serta solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berperan dalam pendidikan akademik, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pembinaan moral masyarakat.

 

Di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, UIKA Bogor hadir sebagai bagian dari solusi dalam menjaga generasi muda agar tetap memiliki karakter kuat, kesehatan mental yang baik, serta nilai-nilai moral yang kokoh.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang