thumb

BOGOR – Di tengah kompleksitas tantangan generasi Z yang semakin dinamis, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) kini tidak lagi cukup hanya memahami psikologi siswa, tetapi juga dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

 

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Ibn Khaldun Bogor bekerja sama dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Kota Bogor menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Guru BK pada Kamis, 30 April 2026, di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq UIKA Bogor.

 

Mengusung tema “BK Naik Level: Strategi Menghadapi Generasi Z dan Mengarahkan Masa Depan Siswa di Era Pilihan Tanpa Batas”, kegiatan ini diikuti oleh 72 guru BK tingkat SMA/SMK/MA serta 30 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.

 

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIKA Bogor dan MGBK Kota Bogor sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan. Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan fashion show dari mahasiswa Vokasional Desain Fashion UIKA Bogor, yang menunjukkan integrasi kreativitas dalam lingkungan akademik.

 

Ketua MGBK Kota Bogor, Marius Suliarso, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif UIKA Bogor dalam menghadirkan ruang pengembangan kompetensi bagi guru BK.

 

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi langkah awal sinergi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan BK di sekolah,” ujarnya.

 

Sementara itu, Rektor UIKA Bogor, Mujahidin, menegaskan bahwa guru BK memiliki peran strategis dalam membantu siswa menemukan arah di tengah banyaknya pilihan masa depan.

 

“Hari ini siswa tidak kekurangan pilihan, yang mereka butuhkan adalah arah. Di sinilah peran guru BK menjadi sangat penting,” ungkapnya.

 

Workshop ini menghadirkan tiga narasumber dengan pendekatan yang relevan terhadap kebutuhan pendidikan masa kini.

 

Imas Kania Rahman membuka sesi dengan konsep G-Pro Gestalt Profetik (G-Pro) yang menekankan pentingnya kesadaran diri dan makna hidup sebagai fondasi dalam menghadapi dinamika generasi tanpa batas.

 

Selanjutnya, Rusdi Kasman membahas Psychological First Aid (PFA) for Teachers, yaitu keterampilan “pertolongan pertama psikologis” yang kini menjadi kompetensi penting bagi guru dalam merespons kondisi emosional siswa di sekolah.

 

Sesi penutup disampaikan oleh Amir Tengku Ramly melalui materi Tree HR Personality for Education, yang memperkenalkan pemanfaatan teknologi berbasis kepribadian untuk membantu guru memahami potensi dan karakter siswa secara lebih komprehensif.

 

Melalui workshop ini, UIKA Bogor menegaskan bahwa transformasi peran guru BK tidak lagi terbatas pada pendekatan konseling konvensional, tetapi juga mencakup integrasi teknologi, pemahaman psikologis yang lebih dalam, serta pendekatan yang humanis dan adaptif terhadap karakter generasi Z.

 

Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi UIKA Bogor sebagai kampus yang aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, khususnya dalam peningkatan kapasitas guru sebagai garda terdepan pembentukan generasi masa depan.

 

Ke depan, kolaborasi antara kampus dan sekolah diharapkan terus berlanjut, sehingga layanan bimbingan dan konseling dapat semakin berkualitas dan mampu membantu siswa menghadapi berbagai pilihan hidup dengan lebih terarah, percaya diri, dan bermakna.


Bagikan:

Humas UIKA

Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.2 Kd. Badak Bogor

Daftar Sekarang